Tampilkan postingan dengan label kekayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekayaan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Oktober 2012

SPECIAL: WIRID MOHON KEKAYAAN

yaaghanii.jpg
“YAA GHANIYYU YAA MUGHNII”
(WAHAI TUHAN YANG MAHA KAYA DAN YANG MEMBERI KEKAYAAN)
Salah satu cara adalah dengan mengamalkan petunjuk di bawah ini:
1. Melakukan solat hajat dua raka’at setiap malam sekitar jam 1.00p.m. ke atas.Lakukan dengan penuh kekhusyu’kan.
2. Selesai solat hajat lalu membaca wirid Al-Asmaul Husna di bawah ini sebanyak 1000 kali. Insya’Allah, Tuhan segera mengabulkan hajatnya dengan berbagai jalan yang tak disangka-sangka dan mudah dilakukan.
Inilah wirid Al Asmaul Husna yang dibaca:
“YAA GHANIYYU YAA MUGHNII” x 1000.
( Wahai Tuhan Yang Maha Kaya dan Yang Maha Memberi Kekayaan )
Cuba amalkan secara rutin tiap malam, maka apa yang telah diusahakan selama ini akan menjadi lebih maju dan memberi keuntungan yang banyak.Insya’Allah…!

Do'a Mohon Dibukakan Pintu Rezeki dan Kekayaan


SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHII SUBHAANALLAHIL ’ADLIIMI ASTAGHFIRULLAAHA”

Artinya :
Maha Suci Allah dengan segala puji-Nya Maha Suci Allah lagi Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah.”

Bila seseorang ingin dibukakan pintu rezeki sehingga mendapat kekayaan yang membawa berkah, hendaklah membaca do’a diatas sebanyak 100 kali setiap selesai mengerjakan Shalat Subuh dan Maghrib.

DOA MOHON KESUCIAN DIRI & KEKAYAAN

اللهم اني أسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى

Allahumma inni asalukal huda waltaqa wal a'fa wal ghina
"Ya Allah Ya Tuhanku,aku memohon kepadaMU pimpinan,pemeliharaan,perlindungan dan kecukupan"

Doa mohon ketakwaan, kesehatan dan kekayaan harta dan hati

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى
”Ya Allah ! Sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketaqwaan, kesehatan dan kekayaan.”


DO'A MOHON REJEKI YG DATANGNYA TAK DISANGKA-SANGKA :

Wa may yat-taqil laaha yaj’al lahuu makhroja. Wa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, wa may yatawak-kal ’alal laahi fa huwa hasbuh, in-nal laaha baalighu amrih, qod ja’alal laahu likul-li syai-in qodroo.
Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, tentu diadakan-Nya jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari “pintu” yang tak diduga-duga olehnya. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Tuhan Allah akan mencukupkan kebutuhannya. Bahkan sesungguhnya Allah pelaksana semua peraturan-Nya. Dan Allah juga telah menjadikan segala-galanya serba beraturan. (Ath Tholaq ayat 2-3)

Doa rejeki...
Allahumma innaka rizqi fissamai fa anzilhu
Wa inkana fil ardhi wa ahrijhu
Wa inkana mu'shiron fa ya sirhu
Wa inkana haroman wathohirhu
Wa inkana baidan wa qooribu.

Ya Allah mudahkanlah rezeki bagiku,
Jika dia di dalam bumi, naikkanlah untukku
Jika ia dilangit, turunkanlah untukku
Jika ia kotor, sucikanlah untukku
Jika ia jauh dekatkanlah untukku.




Ya Allah, yang maha kaya dan terpuji (1)
Ya Tuhan maha Pencipta, tempat kembali (2)
Aku memohon kepadaMu nikmat rezeki yang halal sehingga aku tidak memerlukan lagi kepada yang haram (3)
Kayakanlah aku dengan nikmat karuniaMu, ya Tuhan yang tiada lain daripadaMu (4)
dengan rahmatMu wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang (5)
yang maha kaya dan pemberi Rezeki (6)
ya Tuhan yang banyak memberi, Tuhan yang Maha Agung dan Maha Mulia (7)

Sabtu, 22 September 2012

Inilah 10 Orang Terkaya Di Dunia Yang Berkumpul Dalam Satu Ruangan

Mereka berkumpul di Ruang megah di New York Public Library, sekelompok individu yang merupakan orang yang luar biasa, berkumpul untuk pertemuan orang terkaya di dunia.
Warren Buffett, Oprah Winfrey, Bill dan Melinda Gates, Pete Petersen, Leon Black, Jon Bon Jovi, Marc Benioff, David Rubenstein, Steve Case, Laura Arrillaga Andreessen dan Marc Andreessen. mereka bersatu untuk mendedikasikan sebagian besar kekayaan mereka untuk penyebab filantropi.


• Billionaires (lr) Warren Buffet, Oprah Winfrey, Bill dan Melinda Gates, Pete Peterson, Leon Hitam, Jon Bon Jovi, Marc Benioff, David Rubenstein, Steve Case, Laura Arrillaga-Andreessen dan Marc Andreessen

Para miliarder berpose di perpustakaan di Manhattan pada tanggal 26 Juni tahun ini untuk sampul peringatan 30 tahun Forbes, yang diterbitkan pada tanggal 8 Oktober.
Amerika Serikat masih memiliki pangsa terbesar dari milyarder dari bangsa manapun dengan. Sepuluh besar terkaya di Forbes 400: Bill Gates ($66 miliar), Warren Buffett ($46 miliar), Larry Ellison ($41 miliar), Charles Koch ($31 miliar), David Koch ($31 miliar), Christy Walton & keluarga ( $27,900,000,000), Jim Walton ($26,800,000,000), Alice Walton ($26,300,000,000), S. Robson Walton ($26,100,000,000) dan Michael Bloomberg ($25 miliar).

Mark Zuckerberg sebenarnya masuk ke daftar ini tapi dia kehilangan hampir setengah dari kekayaannya $17.5bn setelah flotasi pasar saham Facebook. Pendiri jaringan sosial sekarang memiliki $9.4bn setelah melihat $8.1bn menghilang dari nilai pribadinya selama 12 bulan terakhir.


• super kaya dermawan berkumpul di New York Public Library pada bulan Juni untuk potret yang menampilkan sampul dari 400 Forbes

  
• Bintang rock Jon Bon Jovi (kiri) dan ratu Oprah hanya dua dari super kaya berkomitmen untuk berbagai penyebab filantropis

Pendiri Microsoft Bill Gates tetap di bagian atas daftar orang Amerika terkaya dengan kekayaan $66bn, diikuti oleh investor Warren Buffett pada $46bn.

  
• Gates mempuncaki daftar tahunan Forbes 'dari US Uber-elit untuk tahun ke-19 berturut-turut dengan $66 miliar sampai $7,000,000,000 dari tahun sebelumnya, sementara investor Warren Buffett, kepala Berkshire Hathaway, lagi mengambil kedua tempat dengan $46,000,000,000

Pendiri Oracle Larry Ellison adalah ketiga dan bernilai $41 miliar, naik $8,000,000,000 yang merupakan kenaikan terbesar tahun ini.

Sabtu, 07 Juli 2012

Mengatur Pengeluaran

Oleh karena pengeluaran setiap orang berbeda, dan saya tidak mungkin mengetahui berapa besar pengeluaran Anda, saya akan berikan tiga hal yang harus Anda perhatikan dalam mengatur pengeluaran.
1. Bedakan kebutuhan dan keinginan.
2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.
3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran.

1. Bedakan kebutuhan dan keinginan
Pernahkah Anda melihat orang yang profilnya persis sama dengan Anda? Oke, katakan saja Anda seorang wanita berusia 30-an. Anda seorang ibu rumah tangga. Suami anda berusia 35 tahun, ganteng, dan bekerja di sebuah perusahaan besar sebagai manajer. Anda dikaruniai dua orang anak; satu masih duduk di kelas 1 SD dan yang satu lagi di TK. Anda tinggal di pinggiran sebuah kota yang cukup besar di Jawa. Katakan saja penghasilan Anda sekeluarga sekitar sekian juta rupiah sebulan.
Menariknya, Anda melihat ada seorang wanita yang profilnya sama seperti Anda. Berumur sekitar 30-an, ibu rumah tangga, suami berusia 37 tahun yang bekerja sebagai manajer senior dengan penghasilan kurang lebih sama dengan keluarga Anda. Mereka juga dikaruniai dua orang anak, yang pertama kelas 3 SD dan yang
kedua mau masuk SD. Tempat tinggal mereka pun ternyata tidak jauh dari area Anda.
Apa yang membuat penasaran, keluarga yang Anda lihat itu─walaupun berpenghasilan kurang lebih sama dengan keluarga Anda─bisa memiliki gaya hidup yang serba berkecukupan. Tidak mewah, tapi cukup. Mereka sepertinya Atur Pengeluaran Anda 14 tidak pernah kehabisan uang setiap tanggal 20 , bisa mempunyai reksadana, dan selalu bisa membayar pengeluaran-pengeluarannya. Sementara keluarga Anda,
baru tanggal berapa, uang sudah habis; rasanya penghasilan Anda tidak pernah cukup.
Pertanyaannya sekarang, kok bisa? Apa sih yang membedakan?
Pengalaman saya, kalau dua keluarga memiliki penghasilan kurang lebih sama, usia sama, semua profilnya sama, tapi yang satu selalu bisa hidup berkecukupan sementara keluarga yang satu lagi tidak, biasanya keadaan ini disebabkan oleh perbedaan keinginan. Sekali lagi, perbedaan keinginan, bukan perbedaan kebutuhan.
“Bedakan antara kebutuhan dan keinginan”
Ya, kebutuhan dua keluarga tersebut kurang lebih sama. Sembako, transportasi, telepon, pulsa HP, dan seterusnya, pasti sama. Perbedaannya adalah keinginan. Keluarga yang satu mungkin memiliki keinginan yang tidak ada batasnya, sementara keluarga yag satu lagi tidak. Bisa juga dua keluarga tersebut memiliki keinginan yang sama banyaknya, tapi keluarga yang satu bisa mengendalikannya sehingga bisa memiliki tabungan dan deposito. Sebaliknya, keluarga yang satunya lagi tidak bisa mengendalikan keinginan sehingga tidak bisa memiliki tabungan dan deposito.
Apa beda kebutuhan dan keinginan?
Dari segi bahasa, “butuh adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-“butuh”-kan. Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan. Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih karena Anda memang meng-“ingin”-kannya.
Pada kenyataannya, “butuh” dan “ingin” juga memiliki perbedaan-perbedaan lain yang sering kali tidak kita sadari sehingga kita sering melanggarnya. Pertama, “butuh” adalah satu hal yang harus kita prioritaskan, sementara “ingin” bisa dilakukan dilakukan setelah yang “butuh” terpenuhi. Namun faktanya, kebanyakan kita sering kali memakai gaji untuk hal-hal yang memang kita “inginkan” terlebih dahulu sebelum membeli hal-hal yang kita “butuhkan”. Jadi, pantas saja banyak orang yang sudah kehabisan uang bahkan sebelum mereka membeli kebutuhan-kebutuhannya. Ini terjadi karena mereka mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.
Kedua, “butuh” umumnya ada batasnya, tapi “ingin” biasanya tidak. Kebutuhan membeli sembako, membayar transportasi, pulsa HP, pasti ada batasan rupiahnya, jumlahnya pasti segitu-gitu saja. Akan tetapi, “ingin”, biasanya tidak ada batasnya. Apa pun yang Anda lihat di toko atau mal saat ini bisa jadi Anda inginkan. Bahkan setiap kali Anda datang ke toko atau ke mal, setiap kali itu juga biasanya keinginan Anda untuk membeli jadi besar. Tidak ada jaminan bahwa keinginan Anda setiap bulan akan terus sama jumlahnya kalau dilihat dari rupiahnya. Bisa jadi lebih besar pada bulan tertentu, menurun di bulan depannya, tapi meningkat dua kali dibanding bulan pertama pada bulan ketiga. Jadi, kenapa gaji Anda sering kali habis?
Pada beberapa kasus adalah karena kita, selain mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, juga memiliki keinginan tidak terbatas. Padahal, kalau hanya difokuskan pada kebutuhan, biasanya gaji Anda cukup. Ketiga, “butuh” biasanya tidak selalu Anda “inginkan” dan “ingin” biasanya tidak selalu Anda “butuhkan”. Apa pun yang Anda beli karena Anda butuhkan seperti sembako, pulsa HP, membayar telepon, listrik, dan seterusnya tidak selalu Anda inginkan. Beberapa di antaranya bahkan tidak Anda inginkan sama sekali, tapi
karena Anda butuh, ya Anda beli. Sebaliknya, barang-barang yang Anda beli karena memang “ingin”, kadang-kadang tidak selalu Anda butuhkan, tapi toh Anda beli juga karena memang Anda ingin. Baju bagus misalnya (padahal baju Anda sudah penuh sampai satu lemari), HP keluaran terbaru, atau hal-hal semacam itu.

2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu
Masih ingatkah Anda berapa pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan setiap bulan? Mencapai 20─25 pos, bukan? Apa yang harus Anda lakukan adalah membagi pos-pos pengeluaran tersebut menjadi 3 kelompok: Biaya Hidup, Cicilan Utang, dan Premi Asuransi.
Biaya Hidup adalah semua pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan agar Anda, keluarga Anda, serta rumah Anda bisa tetap hidup. Contohnya sembako (agar Anda dan keluarga bisa tetap hidup), telepon, listrik, dan air (agar rumah Anda bisa tetap hidup), SPP anak dan semacam itu (agar anak Anda bisa menjalani hidupnya), dan seterusnya.
Cicilan Utang adalah semua pos pembayaran utang yang biasa Anda lakukan setiap bulan, seperti pembayaran cicilan rumah, cicilan kendaraan, cicilan kartu kredit, dan seterusnya.
Premi Asuransi adalah semua pengeluaran yang Anda lakukan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran asuransi Anda, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian, seperti asuransi rumah dan asuransi kendaraan.

Kalau saya mengatakan bahwa Anda mempunyai tiga kelompok pengeluaran dan Anda harus memilih satu saja yang harus Anda prioritaskan, kelompok mana yang Anda pilih?
Pasti jawaban Anda adalah Biaya Hidup. Betul?
Anda Salah!
Biaya hidup memang penting, tapi ingat bahwa pos Biaya Hidup itu banyak sekali. Kebanyakan pos dalam kelompok Biaya Hidup tidak akan bermasalah kalau pembayarannya Anda geser selama 3─4 hari lebih lambat dari biasanya.
Belanja bulanan, misalnya. Tidak apa-apa ‘kan kalau Anda menggeser pembayarannya lebih lambat 3, 4, 5 hari? Makanya jangan melakukan Belanja Bulanan saat semua kebutuhan Anda habis.
Jadi, apa yang sebaiknya diprioritaskan dari tiga kelompok tadi? Saran saya, Cicilan Utang!
Kenapa? Pertama, jumlah pos dalam kelompok Cicilan Utang di sebuah keluarga biasanya tidak sebanyak jumlah pos dalam kelompok Biaya Hidup. Kalaupun Anda mempunyai utang paling banter Cicilan Utang Anda tidak sampai 5 atau 7 pos: cicilan rumah, cicilan motor, cicilan mobil, dan kartu kredit kalau Anda nyicil …
Kedua, pos Cicilan Utang biasanya mempunyai akibat tersendiri kalau Anda tidak membayarnya. Apa itu? Denda! Biasanya denda dihitung per hari. Selain itu, saldo utang yang belum Anda bayar hanya gara-gara telat sering kali akan kena bunga lagi. Padahal, Anda hanya telat bayar beberapa hari. Setelah Anda membayar Cicilan Utang, prioritas kedua ialah menggunakan gaji Anda untuk membayar pos-pos Premi Asuransi. Kenapa? Kalau Anda telat membayar Premi Asuransi, proteksi yang Anda miliki dari program asuransi bisa hilang. Bukan satu dua kali saya mendengar banyak nasabah yang tidak dibayarkan klaim asuransinya gara-gara preminya terlambat dibayar. Padahal, hanya terlambat beberapa hari. Jadi, setelah menggunakan gaji untuk membayar Cicilan Utang, gunakanlah untuk membayar Premi Asuransi.
Nah, prioritas ketiga, barulah membayar pos-pos dalam kelompok Biaya Hidup. Dijadikan prioritas ketiga bukan berarti Biaya Hidup tidak penting, tapi karena Anda ingin mendahulukan kelompok-kelompok pengeluaran lain yang memang “berbahaya” kalau telat bayar.
Jadi, urutan prioritas yang saya sarankan ialah Cicilan Utang, kemudian Premi Asuransi, dan terakhir Biaya Hidup.

3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran
Masih ingatkah Anda ketika saya meminta Anda menuliskan pos-pos pengeluaran? Nah, hal ketiga yang harus anda lakukan adalah mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos tersebut.
Pos-pos pengeluaran Anda sampai 20-an; telepon, listrik, air, sembako, iuran arisan, transportasi, dan lain-lain. Nah, yang harus Anda lakukan adalah mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk pembayarannya.
Contohnya, Anda harus mengetahui cara yang baik dalam menggunakan telepon agar pembayaran Anda di Akhir bulan tidak mahal. Misalnya, pakailah telepon seperlunya, hati-hati dengan penggunaan internet, jangan sering menghubungi handphone kalau tidak perlu. Oke, kita bicara tentang listrik. Anda juga harus tahu bagaimana menggunakan listrik agar pembayaran Anda tidak mahal. Misalnya, matikan alat elektronik kalau Anda memang sedang tidak memakainya, kurangi pemakaian alat elektronik secara bersamaan pada waktu tertentu, ganti lampu yang boros dengan lampu hemat energi, dan seterusnya. Kita tidak membahas semua pos pengeluaran karena akan banyak memboroskan waktu. Satu hal yang ingin saya tekankan disini: bila Anda ingin mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran, lakukan satu
kata yang sudah sering kita dengar selama hidup kita. Apa itu? Penghematan!!!
Selama bertahun-tahun, saya mempunyai pemahaman yang salah dengan kata “berhemat”. Kenapa? Buat saya, berhemat sering kali identik dengan hidup menderita. Bukan satu dua kali saya mendengar orang bilang, “Kalau mau hemat, jalan kaki aja …”
Itulah kalimat yang sering dipakai untuk menggambarkan bagaimana image orang tentang kata hemat. Ibaratnya, kalau Anda biasa berkendaraan sendiri dari rumah ke tempat kerja, sekarang Anda nggak usah membawa kendaraan kalau mau hemat, jalan kaki aja.
Beberapa tahun terakhir, saya baru menyadari bahwa pemahaman saya terhadap kata “hemat” tenyata nggak benar. Hemat, adalah mencari cara agar Anda bisa mengeluarkan uang yang lebih sedikit untuk bisa mencapai tujuan yang sama. Misalnya, Anda akan pergi dari Jakarta ke Medan dengan pesawat. Anda tahu
harga tiket pesawat dari airline tertentu, dari Jakarta ke Medan, katakanlah Rp.700 ribu. Anda ingin berhemat. Pemahaman orang tentang penghematan biasanya mengganti perjalanan pesawat tersebut dengan menggunakan perjalanan darat.
Naik mobil, misalnya, atau naik bus eksekutif, yang berarti Anda harus menghabiskan waktu lebih dari 24 jam di perjalanan. Tenyata yang benar, penghematan bisa juga Anda lakukan dengan mencari alternatif maskapai penerbangan lain, yang siapa tahu bisa memberikan harga lebih murah. Jadi, Anda tetap naik pesawat dan tetap menempuh jam perjalanan yang sama (kurang lebih 2 jam), tetapi dengan harga lebih murah. Dari sinilah saya lalu membuat kalimat sederhana yang sering saya munculkan ketika saya seminar: “Ketika Anda berhemat, berhematlah secara kreatif, bukan menderita …”.
Jadi, berhematlah. Dengan mengetahui cara berhemat, Anda bisa mengetahui dan mencari tip mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.




Sumber: Safir Senduk
Edited by CG

Minggu, 01 Januari 2012

Bagaimana Rencana Keuangan Anda di Tahun 2012?

Apa kabar, sobat? Selamat datang di tahun 2012 ya. Bagaimana dengan resolusi Anda. Sudah dibuat belum? Wah, buat dong... Ditulis ya... Jangan dihafal di luar kepala. Kalau dihafal di luar kepala, saya jamin pasti cepat hilang dihembus angin. Hehehehe...

Mudah-mudahan dengan memasuki tahun yang baru, semangat jadi baru, hidup jadi baru kembali, asal jangan punya isteri baru. Hahaha...

Oke, kali ini saya akan sharing tentang tips rencana keuangan di tahun 2012. Nah, mudah-mudahan tulisan kali ini berguna. 

Kebanyakan dari kita kalau pergi ke bank untuk menabung. Betul? Tapi tak ada salahnya juga kita mulai melirik produk-produk investasi yang ditawarkan oleh bank. Bank-bank konvensional maupun syariah saat ini mulai banyak menawarkan produk-produk investasi. Produk-produk yang dimaksud seperti emas, reksadana, unit link, giro, dan lain-lain. Ini bisa menjadi pertimbangan bagi Anda yang ingin berinvestasi lewat bank.
Ada dua hal yang diperlukan untuk berinvestasi:
  1. Pengetahuan
  2. Kemauan berinvestasi secara rutin
Untuk berinvestasi ada ilmunya. Jadi gak sembarang-sembarang saja untuk mengeluarkan sejumlah uang untuk berinvestasi. Dengan pengetahuan yang cukup, itu adalah modal awal Anda untuk berinvestasi. Kita pun harus memiliki kemauan dan abiliti untuk berinvestasi secara rutin.  Investasi secara rutin tentu akan menghidupkan kegiatan investasi Anda dan menambah pundi-pundi deviden di rekening Anda.

Untuk tahun 2012, menurut Safir Senduk, seorang pakar keuangan Indonesia, investasi yang baik adalah saham. Investasi yang baik adalah membeli saham ketika harga turun dan menjual kembali jika harga sedang naik. 

Sebenarnya ada dua tipe orang yang membeli saham:
  1. Orang yang membeli saham untuk dijual kembali.
  2. Orang yang membeli saham untuk disimpan untuk jangka panjang dengan harapan deviden (keuntungan).
Kedua tipe tersebut sama-sama baik. Tergantung bagaimana seseorang menempati keadaannya saat dia ingin menjadi tipe investor yang mana. 
Nah, khusus untuk di tahun 2012 yang perlu diperhatikan ketika merencanakan keuangan Anda adalah sebagai berikut.
  1. Tentukan sumber income. Lihat pada tahun ini dan berkacalah pada tahun yang lalu. Apakah Anda perku berganti profesi atau membuka usaha. Jika dirasakan perlu, take action sejak dini untuk hunting perusahaan atau tempat kerja yang lebih baik (sambil membuka usaha kecil-kecilan, saran saya). 
  2. Mulai buat aset yang produktif. Maksudnya adalah yang bisa memberi income cukup lama. Dalam artian kata, bukan menyimpan sejumlah uang di celengan babi.
  3. Hati-hati dengan barang konsumtif. Buat komitmen pada diri sendiri untuk tidak tergoda lagi dengan budaya konsumerisme. Ini bukan hanya mengenai pengetatan anggaran keuangan Anda, ini lebih dari ke karakteristik (life style) Anda. Suai?
  4. Mulailah ber-invest secara bulanan. Ada uang atau tidak, usahakan menyisihkan 10% tiap bulan untuk investasi.
  5. Selektif dengan tawaran kredit. Yang perlu Anda perhatikan di sini adalah: tempat tinggal dan kendaraannya.
Jadi, bagaimana rencana keuangan Anda di tahun 2012?

Senin, 26 Desember 2011

Karyawan Gak Bisa Kaya. Benarkah???


Banyak orang bilang “Kalau mau kaya, jangan lama-lama jadi karyawan. Keluar dan bukalah usaha sendiri.” Pertanyaannya: betulkah bekerja sebagai karyawan tidak bisa membuat Anda jadi kaya? Jawabannya:

ternyata tidak betul…!

Memang tidak mudah memberikan pernyataan menantang seperti itu, dalam beberapa tahun terakhir ini, masyarakat kita seperti dibombardir pernyataan-pernyataan yang memekakkan telinga seperti ini:

“Jangan mau seumur hidup jadi orang gajian …”
“Mau kaya? Jangan jadi karyawan …”
“Buka Usaha Sendiri adalah kunci menuju kekayaan …”
“Kerja jadi karyawan mah gak akan bisa kaya …”
“Penghasilan gue sih segini-segini aja. Nggak akan pernah bisa gede. Maklum, kuli…”
… dan seterusnya.


Ada 3 pemikiran yang harus Anda miliki sebagai seorang karyawan:
  • Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak─sekali lagi tidak-menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan. Yang menjamin adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang. 
  • Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah─entah Anda banyak tanggungan, banyak utang, atau boros─sebagai alasan untuk selalu minta naik gaji. Perusahaan tidak akan memberi Anda gaji yang juga lebih besar hanya karena Anda belum punya rumah, belum punya motor, dan selalu kehabisan uang di tengah bulan. Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda. 
  • Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Ya, dalam soal menumpuk kekayaan: you are on your own. Itu urusan Anda sepenuhnya. Menjadi kaya bergantung pada apa yang Anda lakukan, dan tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. 


3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN

Pada kenyataannya, ada banyak orang yang─walaupun penghasilannya besar─sering kali kesulitan untuk menyisihkan uang dari penghasilannya.

1. Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.

Menabung di muka segera setelah Anda mendapatkan penghasilan. Misal anda dapat penghasilan tiap tanggal 26 setiap bulan. Cobalah menabung setiap tanggal 26, 27, atau 28 sebelum Anda memakai penghasilan itu.

2. Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda.

Pada beberapa kasus, anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda.
Sebagai contoh, kalau Anda punya investasi di reksadana, pembelian reksadana tersebut harus dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening bank kustodian mereka. Nantinya uang itu oleh mereka dibelikan unit reksadana. Disini, Anda bisa meminta kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda di muka dan melakukan proses transfer itu sehingga Anda tidak perlu lagi repot-repot melakukan proses menabung.

All you have to do is just ask ….

3. Pakai celengan.

Setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan. Jadi, setiap kali bertemu lembaran uang dua puluh ribu, langsung dicelengin. Setiap kali bertemu lembaran dua puluh ribu, celeng lagi. Begitu seterusnya. Anda akan kaget begitu tahu berapa jumlah yang bisa Anda kumpulkan di akhir bulan.

Ada 5 kiat agar seorang karyawan bisa jadi kaya:
1. “ BELI DAN MILIKI SEBANYAK MUNGKIN HARTA PRODUKTIF”
Bagaimana Melakukannya?
  1. Tentukan Harta Produktif yang ingin Anda miliki.
  2. Tulis pos-pos Harta Produktif yang Anda inginkan tersebut di kolom Harta Produktif. Contoh nya seperti pada tabel di halaman berikut.
  3. Segera setelah mendapatkan gaji, prioritaskan untuk memiliki pos-pos Harta Produktif sebelum Anda membayar pengeluaran Anda yang lain. Kalau perlu, pelajari seluk-beluk masing-masing Harta Produktif tersebut.

2. “ATUR PENGELUARAN ANDA”
Bagaimana Melakukannya?
  1. Usahakan─kalau perlu sedikit lebih keras pada diri Anda sendiri─untuk tidak mengalami defisit karena defisit adalah sumber semua masalah besar yang mungkin muncul di masa mendatang.
  2. Prioritaskan pembayaran cicilan utang, lalu premi asuransi, kemudian biaya hidup.
  3. Pelajari tip mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.

3. “HATI-HATI DENGAN UTANG”
Bagaimana Melakukannya?
  1. Ketahui kapan sebaiknya berutang dan kapan tidak berutang.
  2. Kuasai tip yang diperlukan bila Anda ingin mengambil utang atau membeli barang secara kredit.
  3. Kuasai tip yang diperlukan bila pada saat ini Anda terlanjur memiliki utang.

4. “SISIHKAN UNTUK POS-POS PENGELUARAN DI MASA YANG AKAN DATANG”
Bagaimana Melakukannya?
  1. Ambil kertas dan tulis pos pengeluaran yang perlu Anda persiapkan untuk masa yang akan datang.
  2. Untuk masing-masing pos pengeluaran, tulis alternatif yang akan Anda tempuh agar bisa mempersiapkan dananya.
  3. Sisihkan gaji dan bonus-bonus Anda mulai dari sekarang untuk mempersiapkannya.

5. “MILIKI PROTEKSI”
Bagaimana melakukannya?
  1. Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian. Syukur kalau dari beberapa dari jenis jasa asuransi itu sudah dibayari oleh kantor. Kalau tidak, beli saja dengan biaya sendiri.
  2. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau Anda kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan uang pesangon, atau kalau uang pesangonn Anda sangat kecil.
  3. Miliki Sumber Penghasilan Lain di Luar Gaji yang kalau bisa didapat secara terus-menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji Anda yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti.

Kesimpulannya?
“Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam hal penghasilan. Namun, untuk menjadi kaya, Anda tidak perlu harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Anda tetap bisa kaya berapa pun penghasilan Anda karena kemampuan Anda mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana Anda mengelola penghasilan itu.”  

Sumber: KASKUS 

Jumat, 15 Oktober 2010

Wow! Kekayaan Orang Indonesia Bertambah

Lembaga Riset The Credit Suisse menyebutkan total kekayaan orang Indonesia tumbuh lima kali lipat dalam satu dekade terakhir mencapai 1,8 triliun dolar AS pada 2010.
Angka itu akan naik lagi dua kali lipat menjadi 3,0 triliun dolar pada 2015. Siaran pers The Credit Suisse yang diterima di Jakarta, Kamis mengatakan, kekayaan rata-rata orang dewasa di Indonesia juga melesat 384 persen sejak tahun 2000 menjadi 12.112 dolar yang merupakan pertumbuhan tercepat di Asia Pacific dan tertinggi keempat di dunia.
Lebih dari 90 persen kekayaan rumah tangga di Indonesia adalah aset non finansial, terutama property. Aset finansial hanya menyumbang kurang dari 10 persen selama satu dekade terakhir. Dari total populasi, sekitar 20 persen penduduknya berada di bagian tengah piramida kekayaan (dengan rata-rata kekayaan berkisar dari 10.000-100.000 dolar) dan mayoritas penduduk memiliki kekayaan di bawah 10.000 per orang dewasa. Laporan tersebut menunjukkan, bahwa kekayaan global yang dimiliki 4,4 miliar orang dewasa telah bertumbuh 72 persen sejak 2000 dan mencapai 195 triliun dolar. Didorong oleh ekspansi ekonomi di negara-negara berkembang, Credit Suisse Research Institute memperkirakan kekayaan global akan meningkat 61 persen menjadi 315 triliun dolar pada 2015.
Bagian tengah dari piramida kekayaan terdiri dari satu miliar penduduk dunia yang berdomisili di negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dan menguasai seperenam atau 32 triliun dolar dari kekayaan global. Secara keseluruhan, hampir 60 persen atau 587 juta orang di bagian tengah piramida kekayaan berdomisili di Asia Pacifik. China tercatat sebagai negara penghasil orang kaya terbesar ketiga di dunia, hanya tertinggal dari Amerika Serikat da Jepang, serta 35 persen di depan Perancis sebagai negara terkaya Eropa.

Senin, 11 Oktober 2010

Trik Jitu Menjadi Kaya Mendadak

Berikut ada 5 Trik LOGIS agar Anda segera menjadi kaya :

1. Buatlah pekerjaan yang memberi manfaat bagi orang banyak

Bila saat ini Anda saat ini sedang bekerja maka buatlah pekerjaan Anda itu menjadi pekerjaan yang memberi manfaat bagi orang banyak. Atau ciptakan pekerjaan yang bisa merekrut banyak tenaga kerja dan mengurangi jumlah pengangguran.
Bagaimana bila tidak ada modal? Modal bukanlah hal yang utama tetapi niatan baik untuk menolong sesama adalah utama.

Contohnya : Bila Anda adalah seorang pedagang, rekrutlah 1 orang pegawai, dengan cara ini Anda telah memberi manfaat kepada orang lain dan paling tidak Anda akan merasa lebih kaya daripada sebelumnya (terutama bila dibandingkan pegawai Anda).

2. Rajinlah meningkatkan (UPGRADE) kemampuan Anda

Sisihkan sedikit uang Anda untuk MENINGKATKAN KEMAMPUAN Anda. Kalau perlu Anda boleh berhutang pada bank untuk meningkatkan kemampuan Anda asalkan digunakan secara jelas.

Contohnya : Bila Anda seorang Dokter Umum, Anda dapat mengambil beberapa kursus yang dapat meningkatkan NILAI JUAL Anda (ATLS, ACLS, Akupuntur, Kecantikan) atau bahkan mengambil jenjang spesialisasi. Atau bila saat ini Anda adalah lulusan D3 Management yang posisi Anda hanyalah STAF biasa, maka Anda dapat mengambil beberapa kursus (komputer, pajak, kemanajemenan) atau langsung aja ambil kuliah ekstensi untuk S1 dan lanjut menjadi S2. Peningkatan jenjang pendidikan akan memicu atasan Anda untuk meningkatkan posisi Anda.

Hal ini tidak dapat dipungkiri karena jenjang pendidikan menentukan dan memperkuat karir. Dan karir yang terus menanjak tentu saja akan meningkatkan income Anda. Anda akan lebih kaya dari pada sebelumnya.

3. Jangan Lama-lama berada pada posisi Employee (Pegawai)

Bukannya saya tidak suka dengan posisi pegawai tapi posisi pegawai itu adalah posisi paling lemah dalam menentukan income. Posisi pegawai sangat tergantung pada posisi orang lain (ingatlah Cash Flow Quadrant dari Robert Kiyosaki) yang menggaji dia. Pegawai kalaupun bisa bernego untuk meningkatkan pendapatnya tapi hanya akan mendapatkan sedikit sekali kenaikan yang kadang kala tidak sebanding dengan laju inflasi saat ini.

Karena sebab sebab diatas maka segera BERALIHLAH ke posisi Quadrant yang lain (Self Employee, Bisnis, dan Investasi). Atau kalau Anda tidak dapat segera beralih dari pekerjaan Anda saat ini karena masih harus mem-"back up" keuangan keluarga maka segeralah MERINTIS usaha yang berada pada posisi Self Employee, Bisnis, dan Investasi sambil Anda tetap sebagai pegawai.

Bagaimana jika pekerjaan Saya sangat menyita waktu sehingga tidak ada waktu luangpun untuk mengerjakan bisnis ?

Waktu bukanlah alasan untuk menghambat pembuatan suatu ide bisnis karena Anda yang memikirkan sistemnya dan orang lainlah yang mengerjakan. Sebagai contoh: Pak Helmy yang rata-rata bekerja sebagai desainer produk di sebuah pabrik sepatu sejak jam 07.30 sampai dengan jam 18.00, diwaktu senggangnya dia merintis bisnis wartel dengan bekerja sama modal dengan gurunya saat SMP, saat ini dia sudah mempekerjakan seorang pegawai. Di wartel itu juga dijual voucher fisik dan elektrik. Pak Helmy juga menerima pesanan drafter AutoCAD dari orang lain. Selain itu Pak Helmy juga ikut menanamkan modal pada sebuah CV milik temannya. Dari contoh diatas Pak Helmy selain sebagai Employee (pegawai Pabrik), dia juga sebagai Self Employee .

Kamis, 07 Oktober 2010

9 Fakta Kekayaan Dalam Hidup Bill Gates (CEO Microsoft)

Anda semua pasti tau 'kan apa itu Microsoft? Nah, ini dia orang terkaya sedunia, yaitu bos-nya Microsoft, William Henry Gates III atau dikenal dengan nama Bill Gates.

Mr Gates dengan baju batiknya.

Inilah 9 fakta tentang Bill Gates yang patut kita ketahui, LUAR BIASA!

1. Bill Gates menghasilkan US$250 setiap detiknya, itu sekitar US$20 juta sehari dan US$7,8 milyar setahun!

2. Jika dia menjatuhkan US$1.000, dia bahkan tidak perlu repot-repot lagi untuk mengambilnya kembali karena sama dengan waktu 4 detik untuk mengambil, dia sudah memperoleh penghasilan dalam jumlah yang sama.

3. Utang nasional Amerika sekitar US$5,62 trilyun, jika Bill Gates akan membayar sendiri utang itu, dia akan melunasinya dalam waktu kurang dari 10 tahun.

4. Dia dapat menyumbangkan US$15 kepada semua orang di dunia tapi tetap dapat menyisakan US$5 juta sebagai uang sakunya.

5. Michael Jordan adalah atlit yang dibayar paling mahal di Amerika. Jika dia tidak makan dan minum dan tetap membiarkan penghasilannya utuh dalam setahun sejumlah US$30 juta, dia tetap harus menunggu sampai 277 tahun agar bisa sekaya Bill Gates sekarang.

6. Jika Bill Gates adalah sebuah negara, dia akan menjadi negara terkaya sedunia nomor ke-37 atau jadi perusahaan Amerika terbesar nomor 13, bahkan melebihi IBM.

7. Jika semua uang Bill Gates ditukarkan ke dalam pecahan US$1, kita dapat menyusunnya menjadi jalan dari bumi ke bulan, 14 kali bolak balik. Tapi jalan itu harus dibuat non stop selama 1.400 tahun dan menggunakan total 713 buah pesawat Boeing 747 untuk mengangkut semua uang itu.

8. Bill Gates sekarang berumur 40 tahun. Jika kita mengasumsikan dia dapat hidup 35 tahun lagi maka dia harus membelanjakan US$6,78 juta per hari untuk menghabiskan semua uangnya sebelum dia pergi ke surga.

9. Tapi! Jika pemakai Microsoft Windows dapat mengklaim US$1 untuk setiap kali komputernya hang karena Microsoft Windows, Bill Gates akan segera bangkrut dalam waktu 3 tahun!


Lantas bahagiakan Bill Gates dengan itu semua? Hanya dia yang mengetahui persisnya, uang bukan segalanya, walau banyak orang berpendapat uang bisa beli segalanya, tapi coba renungkan walau kita bisa beli seks apakah kita bisa beli cinta? walau kita bisa bayar dokter yang paling mahal sekalipun, apakah bisa kita beli kesembuhan? Walau kita bisa traktir teman sebanyak mungkin tapi apakah bisa kita beli persahabatan coba kita renungkan bersama sobat.