Blog ini dibuat untuk saling berbagi, berbisnis, berpromosi, menjalin silaturrahmi dan saling berbagi informasi. Semoga ini memperkaya khazanah jiwa dan raga kita untuk menjalani kehidupan.
Dalam nuansa ramadhan seperti ini tentunya kita tidak asing lagi dengan
buah kurma. Buah yang berasal dari Negara arab ini sering menjadi
pilihan pada saat berbuka puasa oleh kebanyakan orang muslim. Kurma
mempunyai rasa yang sangat manis jadi tidak salah lagi kalau kurma
menjadi menu wajib yang harus selalu ada pada saat berbuka puasa. Bagi
umat islam makan buah kurma pada saat berbuka juga merupakan sunnah
karena Rasulloh SAW selalu makan kurma terlebih dahulu saat berbuka. Oleh
karena itu saat ramadan seperti ini belum lengkap rasanya kalau saat
buka tidak ada kurma.
Buah ini juga dikenal sebagai makanan pokok di wilayah Timur Tengah
sejak ribuan tahun yang lalu. Buah kurma banyak disajikan saat berbuka
puasa. Selain dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dikonsumsi, buah
ini bermanfaat secara medis.
Apa sih manfaat kurma bagi kesehatan? Penasaran? Seperti dilansir organicfacts.net, kurma memiliki delapan manfaat bagi kesehatan, berikut pembahasannya :
Manfaat Kurma dalam mengatasi sembelit.
1. Sembelit: Kurma juga dikenal sebagai obat pencahar. Oleh karenanya,
kurma sangat bermanfaat bagi orang yang menderita sembelit.
Mengobati panyakit penyakit yang berhubungan dengan usus.
2. Gangguan usus: Kandungan nikotinat dalam kurma konon bermanfaat untuk
menyembuhkan segala jenis gangguan usus. Untuk mengontrol jumlah
bakteri dalam usus, konsumsi kurma secara teratur.
Kurma berkhasiat dalam mengatur metabolisme tubuh.
3. Menjaga berat badan. Kurma adalah bagian penting dari diet sehat.
Camilan manis ini mengandung gula, lemak, protein, dan vitamin esensial.
Khasiat Kurma dalam menjaga kesehatan jantung.
4. Jantung sehat: Kurma juga menjaga kesehatan hati Anda. Rendam kurma
selama satu malam dan haluskan. Minum ramuan ini secara rutin dua kali
dalam seminggu.
Kurma berkhasiat dalam mengatasi lemah syahwat.
5. Lemah syahwat: Tak banyak yang tahu, kurma dapat meningkatkan stamina
layaknya viagra. Rendam kurma di dalam susu kambing segar semalaman.
Kemudian blend susu dan kurma sampai merata. Tambahkan kapulaga bubuk
dan madu. Tonik ini bisa meningkatkan daya tahan seks dan menyembuhkan
kemandulan akibat gangguan fungsional.
Manfaat kurma dalam mengatasi diare.
6. Diare: Kurma mengandung kalium yang bermanfaat untuk menyembuhkan
diare. Selain mudah dicerna, kurma sangat ampuh untuk mengatasi masalah
diare.
Kurma bermanfaat menghilangkan mabuk dan pengaruh Alcohol.
7. Mabuk: Kurma dikenal sebagai obat penawar alkohol. Untuk mendapatkan
hasil maksimal, kurma harus digosok dan direndam dulu selama satu malam.
Nah, Anda bisa memakai ramuan ini sebagai penawar alkohol.
Mengobati kanker perut seperti usus dll.
8. Kanker perut: Kurma bekerja sebagai tonik yang bisa mengobati kanker
perut. Selain tidak memiliki efek samping, kurma sangat mudah dicerna.
Buah Kurma menjadi makanan khas yang menemani kita saat berbuka puasa.
Selain enak dimakan, kurma juga digunakan sebagai obat. Tidak aneh kalau
sari buah kurma banyak dicari untuk di konsumsi.
HABBATUSSAUDA atau jintan hitam (the black seed) adalah sejenis tumbuhan rumput-rumputan yang terdapat di negara Arab. Tanaman yang lalu dijadikan obat ini dikenal memiliki khasiat yang amat banyak karena mengandung 67 bahan aktif.
Bahan-bahan tersebut ditengarai mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang dialami manusia dengan memperbaiki sistem tubuh melalui pembersihan darah sehingga tubuh lebih sehat dan bertenaga.
Rasulullah SAW bersabda, “Gunakanlah Al Habbatussauda karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali as Sam (maut). (Shahih Bukhori dan Muslim). Mengonsumsi habbatus saudasebagai obat memang sebelumnya tak begitu dikenal oleh masyarakat Tanah Air, khususnya umat muslim. Padahal di berbagai negara seperti Eropa, Amerika, dan Asia, khasiat obat ini terbilang populer.
Terbukti diadakannya banyak penelitian ilmiah guna mengungkap manfaat tanaman itu untuk kesehatan.
Mulanya, habbatus sauda digunakan orang Persia dalam masakan dan obat-Â obatan mereka. Rumput habbatus sauda mengeluarkan bunga berwarna ungu muda atau putih, buahnya berbentuk kapsul yang mengandung banyak biji kecil berwarna putih dan berbentuk trigonal. Setelah matang, kapsulnya akan terbuka dan biji-Â biji ini akan berubah menjadi hitam itulah jintan hitam atau habbatus sauda. Selain oleh orang Persia, konon habbatus sauda juga digunakan oleh Cleopatra untuk menjaga kesehatan dan kecantikannya.
Beberapa khasiat dari habbatus sauda di antaranya:
1. Menguatkan sistem kekebalan
Habbatus sauda dapat meningkatkan jumlah se-sel T yang merupakan sel-sel baik pembunuh alami. Efektifitasnya mencapai 72 persen jika dibandingkan dengan plasebo yang hanya 7 persen. Maka itu, mengkonsumsikan habbatus sauda tentunya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Melalui sebuah penelitian, habbatus sauda ditengarai juga dapat melawan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS.
2. Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi
Karena mengandung asam linoleat, habbatus sauda merupakan nutrisi bagi sel otak berguna meningkatkan daya ingat dan kecerdasan. Habbatus sauda juga memperbaiki peredaran darah ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak pada masa pertumbuhan dan lansia.
3. Menetralkan racun dalam tubuh
Racun dapat menganggu metabolisme tubuh dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru, dan otak. Gejala ringan keracunan dapat berupa diare, pusing, gangguan pernapasan, dan menurunnya konsentrasi. Habbatus sauda mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh.
4. Mengatasi gangguan tidur dan stress
Saponin yang terdapat dalam habbatus sauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat memengaruhi karbohidrat, protein, dan lemak serta fungsi jantung, ginjal, otot, dan syaraf. Maka itu saponin dapat melindungi tubuh dari perubahan lingkungan yang menyebabkan gangguan tidur dan stress.
5. Memperbaiki saluran pencernaan dan antibakteri
Habbatus sauda mengandung minyak atsiri dan volatif yang mampu memperbaiki sistem pencernaan. Secara tradisional, minyak atsiri digunakan untuk obat diare. Pada 1992, jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan bahwa minyak volatif lebih ampuh membunuh strainbakteri V Colera dan E Coli jika dibandingkan dengan antibiotik seperti Ampicillin dan Tetracillin.
6. Melancarkan air susu ibu
Kombinasi lemak tak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat dalam minyak habbatus sauda melancarkan air susu ibu.
7. Antitumor
Pada kongres kanker internasional di New Delhi , minyak habbatus sauda dipresentasikan ilmuwan kanker dari California Selatan. Habbatus sauda dinyatakan dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan. Adapun inferonnya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibodi.
8. Nutrisi bagi manusia
Habbatus sauda kaya akan kandungan nutrisi sebagai tambahan energi sehingga sangat ideal untuk lansia, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan revitalitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatus sauda mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk 9 asam amino esensial. Asam amino tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup sehingga dibutuhkan suplemen tambahan. Untuk itu, habbatus sauda dapat mencukupinya.
How many people died in vain while this billion-dollar
drug maker concealed the secret of the miraculous Graviola tree?
If there ever was a single example that makes it dramatically clear why the existence of Health Sciences Institute is so vital to Americans like you, it’s the incredible story behind the Graviola tree.
The truth is stunningly simple: Deep within the Amazon Rainforest grows a tree that could literally revolutionize what you, your doctor, and the rest of the world thinks about cancer treatment and chances of survival. The future has never looked more promising.
Research shows that with extracts from this miraculous tree it now may be possible to…
Attack cancer safely and effectively with an all-natural therapy that does not cause extreme nausea, weight loss and hair loss
Protect your immune system and avoid deadly infections
Feel stronger and healthier throughout the course of the treatment
Boost your energy and improve your outlook on life
The source of this information is just as stunning: It comes from one of America ’s largest drug manufacturers, the fruit of over 20 laboratory tests conducted since the 1970’s! What those tests revealed was nothing short of mind numbing
Extracts from the tree were shown to:
Effectively target and kill malignant cells in 12 types of cancer, including colon, breast, prostate, lung and pancreatic cancer.
The tree compounds proved to be up to 10,000 times stronger in slowing the growth of cancer cells than Adriamycin, a commonly used chemotherapeutic drug!
What’s more, unlike chemotherapy, the compound extracted from the Graviola tree selectively hunts down and kills only cancer cells. It does not harm healthy cells!
The amazing anti-cancer properties of the Graviola tree have been extensively researched–so why haven’t you heard anything about it? If Graviola extract is as half as promising as it appears to be–why doesn’t every single oncologist at every major hospital insist on using it on all his or her patients?
The spine-chilling answer illustrates just how easily our health–and for many, our very lives(!)–are controlled by money and power.
Graviola–the plant that worked too well
One of America ’s biggest billion-dollar drug makers began a search for a cancer cure and their research centered on Graviola, a legendary healing tree from the Amazon Rainforest.
Various parts of the Graviola tree–including the bark, leaves, roots, fruit and fruit-seeds–have been used for centuries by medicine men and native Indians in South America to treat heart disease, asthma, liver problems and arthritis. Going on very little documented scientific evidence, the company poured money and resources into testing the tree’s anti-cancerous properties–and were shocked by the results. Graviola proved itself to be a cancer-killing dynamo.
But that’s where the Graviola story nearly ended.
The company had one huge problem with the Graviola tree–it’s completely natural, and so, under federal law, not patentable. There’s no way to make serious profits from it.
It turns out the drug company invested nearly seven years trying to synthesize two of the Graviola tree’s most powerful anti-cancer ingredients. If they could isolate and produce man-made clones of what makes the Graviola so potent, they’d be able to patent it and make their money back. Alas, they hit a brick wall. The original simply could not be replicated. There was no way the company could protect its profits–or even make back the millions it poured into research.
As the dream of huge profits evaporated, their testing on Graviola came to a screeching halt. Even worse, the company shelved the entire project and chose not to publish the findings of its research!
Luckily, however, there was one scientist from the Graviola research team whose conscience wouldn’t let him see such atrocity committed. Risking his career, he contacted a company that’s dedicated to harvesting medical plants from the Amazon Rainforest and blew the whistle.
Miracle unleashed
When researchers at the Health Sciences Institute were alerted to the news of Graviola, they began tracking the research done on the cancer-killing tree. Evidence of the astounding effectiveness of Graviola–and its shocking cover-up–came in fast and furious.
The National Cancer Institute performed the first scientific research in 1976. The results showed that Graviola’s “leaves and stems were found effective in attacking and destroying malignant cells.” Inexplicably, the results were published in an internal report and never released to the public.
Since 1976, Graviola has proven to be an immensely potent cancer killer in 20 independent laboratory tests, yet no double-blind clinical trials–the typical benchmark mainstream doctors and journals use to judge a treatment’s value–were ever initiated.
A study published in the Journal of Natural Products, following a recent study conducted at Catholic University of South Korea stated that one chemical in Graviola was found to selectively kill colon cancer cells at “10,000 times the potency of (the commonly used chemotherapy drug) Adriamycin…”
The most significant part of the Catholic University of South Korea report is that Graviola was shown to selectively target the cancer cells, leaving healthy cells untouched. Unlike chemotherapy, which indiscriminately targets all actively reproducing cells (such as stomach and hair cells), causing the often devastating side effects of nausea and hair loss in cancer patients.
A study at Purdue University recently found that leaves from the Graviola tree killed cancer cells among six human cell lines and were especially effective against prostate, pancreatic and lung cancers.
Seven years of silence broken–it’s finally here!
A limited supply of Graviola extract, grown and harvested by indigenous people in Brazil , is finally available inAmerica . The full Graviola story–including where you can get it and how to use it–is included in Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s Milk, a Health Sciences Institute FREE special bonus report on natural substances that will effectively revolutionize the fight against cancer.
Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia. Buah SIRSAK!
Tapi kenapa kita tidak tahu ?
Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat2nya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia…
Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon graviola ini.
Pohonnya rendah, di brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa inggrisnya “soursop”. Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.
Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.
Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang2 amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah : jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.
Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :
·Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, Tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
·Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
·Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
·Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.
Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak ( sari ) buah ini adalah
·Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
·Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.
·Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat.
Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini ? jawabnya adalah : begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.
Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.
Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?Dibawah undang2 federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.
Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.
Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan2 alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.
Ketika para pakar risetdari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.
The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.
Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsure kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.
Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok.
Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan Paru2.
Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga2 tersebut di atas.Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang2 pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.
Untuk pencegahan:disarankan makan atau minum jus buah sirsak. Untuk penyembuhan:
1.10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguapdan air tinggal 1 gelas saja.
2.Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.
3.Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.
Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.
Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi,bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormaldan membiarkan sel sel yang tumbuh normal.Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.
Menurut hasil penelitian Dr Peter J. d'Adamo dalam buku Eat Right for Your Type ternyata ada jenis makanan tertentu yang baik dikonsumsi oleh orang dengan golongan darah tertentu, begitu juga sebaliknya. Orang yang bergolongan darah "O" misalnya, ternyata sebaiknya tidak mengkonsumsi kopi atau teh karena dapat menghambat aliran energi yang dimiliki.
Sebagaimana diketahui, ada empat golongan darah yang dikenal yaitu O, A, B, dan AB. Keempatnya berlaku untuk seluruh ras manusia. Entah itu orang Asia, Kaukasus, Afrika, Amerika atau Australia.
Nah ide d'Adamo didasarkan pada fakta yang menyatakan bahwa golongan darah "O" banyak dimiliki orang zaman pra sejarah saat mereka masih mencari makan dengan cara berburu. Itu sebabnya, menurut teori itu, orang modern yang memiliki golongan darah "O" sangat baik mengkonsumsi makanan yang kaya akan lemak dan protein.
Golongan darah "A" yang baru diketahui belakangan saat pertanian ditemukan membuat para pemiliknya serta pemilik golongan darah "AB" lebih baik mengkonsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian dan karbohidrat. Sementara para pemilik golongan darah "B" berada di antara "O" dan "A".
Menurut teori itu, orang yang bergolongan darah "B" tidak dapat membakar lemak seefisien kaum "O", sama halnya mereka tak bisa membakar karbohidrat sebaik pemilik golongan darah "A".
Berikut beberapa jenis makanan yang cocok sesuai golongan darah.
Jenis makanan: Produk Susu
Golongan A: Kefir, mozzarella cheese, ricotta cheese, soy cheese, soy milk
Golongan AB: Yoghurt, cottage cheese, farmer cheese, feta cheese, goat cheese, kefir, susu kambing, mozzarella cheese, rice milk, ricotta cheese
Golongan B: Yoghurt, cottage cheese, farmer cheese, feta cheese, goat cheese, kefir, susu kambing, mozzarella cheese, paneer, rice milk, ricotta cheese
Golongan O: Rice milk
Jenis makanan: Ikan
Golongan A: Carp, cod, mackerel, monkfish, pickerel, red snapper, salmon, sardine, trout
Golongan AB: Cod, mackerel, monkfish, pickerel, red snapper, sardine, trout, tuna
Golongan B: Caviar, cod, halibut, mackerel, monkfish, pickerel, salmon, sardine, trout
Golongan O: Bluefish, cod, halibut, herring/kippers, mackerel, monkfish, red snapper, salmon, sardine, snapper, trout, tuna
Jenis makanan: Daging
Golongan A: Jantung, hati, sapi
Golongan AB: Lamb, mutton, kelinci, kalkun
Golongan B: Lamb, mutton, kelinci, menjangan
Golongan O: Kerbau, lamb, mutton, kalkun, menjangan
Jenis makanan: Buah-buahan
Golongan A: Aprikot, blackberry, blueberry, cherry, lemon, nanas, plum
Golongan AB: Cherry, berry, anggur, kiwi, lemon, pepaya, nanas, plum
Golongan B: Pisang, anggur, pepaya, nanas, plum
Golongan O: Pisang, blueberry, cherry, berry, jambu batu, nanas, plum
Jenis makanan: Sayuran
Golongan A: Bit, brokoli, wortel, bawang putih, jahe, lettuce, bawang, labu kuning, bayam
Golongan AB: Bbit, brokoli, wortel (jus), celery, terong, bawang putih, kentang
Golongan B: Bit, brokoli, kol, wortel, terong, jahe, merica, kentang
Golongan O: Bit, brokoli, bawang putih, lettuce, bawang, merica, kentang, labu kuning, bayam
Dr. Masaru Emoto San dalam bukunya tersebut membahas dengan jelas bahwa berpikir negative yang terus-menerus akan meresonansi organ-organ tubuh tertentu sehingga organ-organ tubuh tersebut tidak bisa berfungsi dengan maksimal, akibat selanjutnya akan dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, dari yang ringan hingga yang fatal. Misalnya, bila sering cemas, maka lambung akan terresonansi, akibatnya akan terjadi gangguan pencernaan berat, yang dalam jangka panjang lambungnya akan tidak sehat.
Secara ringkas, hasil penelitian Dr. Masaru tentang berpikir negative dan penyakit yang bisa ditimbulkan, sebagai berikut:
* Bahwa jika kita sering membiarkan diri kita stress, maka kita akan mengalami gangguan pencernaan.
* Bila kita sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung.
* Bila kita mudah tersinggung, maka kita akan terkena insomnia (susah tidur).
* Bila sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah.
* Bila sering membiarkan rasa takut yg berlebihan, akan mudah terkena penyakit ginjal.
* Bila suka cemas akan diikuti sakit dyspepsia (sulit mencerna).
* Bila suka marah bisa sakit hepatitis.
* Bila sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan vitalitas melemah.
* Bila Anda sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes (sakit gula).
* Bila sering merasa kesepian, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang & bisa menyebabkan kematian !!)
* Bila sering bersedih, bisa menderita leukemia (yg hingga kini belum ada obatnya)
* Bila selalu dengki/iri hati terhadap seseorang, mudah mengakibatkan kulit bernanah atau cantengan.
Jika mau disimpulkan, mengenai pikiran negative apa saja yang bisa menimbulkan penyakit, inilah jawabannya:
Stress, Rasa khawatir yang berlebihan, Mudah Tersinggung, Bingung, Rasa Cemas, Pemarah, Apatis, Tidak sabar, Sering merasa Kesepian, Sering merasa sedih dan Iri hati serta Dengki.
Lalu timbul Pertanyaan, bagaimana kita bisa menghentikan pikiran-pikiran negative tersebut??? Caranya bermacam-macam, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa selalu mengendalikan pikiran kita agar jangan sampai sedikitpun dicemari oleh pikiran cabul negative. Nah agar pikiran Anda tidak selalu dicemari oleh pikiran seperti itu, Anda bisa coba resep saya, cara ini bukan satu-satunya sih, masih banyak cara yang lain, tapi setidaknya bisa Anda coba, selalu tanamkan dibenak Anda dan yakinkan bahwa apapun yang telah terjadi didalam hidup kita ini, benar-benar sudah tepat sesuai dengan garis rencana semesta Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk menyadarkan diri dari yang tidak kelihatan menjadi kasat mata.
Untuk ini kita perlu selalu berpikir netral dalam setiap kejadian. Bisa juga kita selalu berpikir seolah-olah semua kejadian baik-baik saja. Makanya, kalau terasa ada beban, ya pasrahkan saja kepadaNYA yang berkuasa mengatur hidup kita. Sebaliknya, kalau ada rezeki besar, kita juga harus mau sepakat dengan rencanaNYA yang selalu ingin mensejahterakan semua orang(Artinya Kita Wajib Berbagi tanpa hitung-hitungan).
Jika kita bisa berpikir netral dan berpikir semua kejadian adalah baik-baik saja, maka kita akan bisa selalu bersyukur dalam segala kejadian, dan setiap saat. Kalau sudah begini, tentu saja pikiran kita akan bisa terbebas dari pencemaran pikiran-pikiran negative.
Cobalah selalu mem-filter semua perasaan atau emosi Negative kita agar tidak menimbulkan pencemaran negative pada pikiran sendiri, dengan cara selalu bersyukur setiap saat. Kalau sudah bisa melakukan seperti ini terus-menerus kelak berbagai masalah dan penyakit bisa di counter dengan sendirinya. Segala masalah bisa tuntas dan Insya Allah badan Anda pun akan terasa sehat wal afiat tidak kurang suatu apapun.
Anda Belum yakin?? Silahkan Anda Buktikan sendiri, cobalah amati orang-orang dilingkungan Anda yang mengidap beberapa penyakit diatas. Apakah memiliki penyebab yang sama dengan uraian diatas atau tidak, atau mungkin Anda ingin menambahkan???