Tampilkan postingan dengan label pengusaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengusaha. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Oktober 2012

Mengenal Abdurrahman bin Auf, Pengusaha Miliarder yang Zuhud..!!!


Prolog
Menjadi kaya raya adalah impian semua orang.Sifat Allah Ar-Rozzaq (Maha Memberi Rizqi), Al-Ghoniy (Maha Kaya) dan Al-Mughniy (Maha Pemberi Kekayaan) yang ditanamkan kepada manusia menjadikan manusia ingin menguasai kekayaan. Namun cara manusia mencapainya terkadang dengan cara yang halal sampai yang menjurus kepada kesyirikan dan menghalalkan segala cara.

Pada zaman keemasan Islam (khoirul qurun), para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam  menguasai kekayaan dengan motivasi terbaik mereka, beribadah kepada Allah. Dan tentu saja, rizqi yang mereka terima, hanya yang halal saja.  Ciri mereka ada pada keteguhan,komitment syariah dalam setiap bisnis, akad, modal dan kerja keras dalam berproduksi serta menafkahkan harta waktu dan dirinya untuk mencapai ridha Allah, namun sangat hemat dalam konsumsi. Inilah Zuhud yang benar.

Bukan dengan ber-miskin ria lalu melegitimasi kemalasannya dengan baju zuhud. Satu rahasia yang sangat menonjol dari kesuksesan mereka meraih bisnis yang penuh ‘berkat’ dan berkah itu tak lain adalah karena ketaatannya pada syariat! Karena bukan harta, prestise, imej dan kawan-kawannya yang diharapkan Dien kita, tapi ketaatan kita sepenuhnya pada Islam!

Para sahabat Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam yang dikaruniai Allah Subhanahu wa ta’ala kekayaan yang sangat luar biasa, selain itu tak diragukan oleh semua kaum muslimin bagaimana ketaatan , keshalehan, dan semangatnya mereka beribadah kepada Allah Azza Wajalla, maka tak salah ungkapan BERANI KAYA, BERANI TAQWA, semakin kaya seseorang, sudah seharusnya semakin bertaqwa seseorang sebagai rasa syukur atas nikmat yang didapat dari ALLAH Ta’ala, para ulama menyebutkan bahwa tanda keberkahan sebuah harta adalah membuat kita semakin dekat dengan Allah dengan bertambahnya Ilmu dan Amal. 

Bukan seperti dizaman kita ini, sedikit saja orang diberi kekayaan, atau kesuksesan bisnisnya, dia sudah kedodoran menjaga iman,taqwa dan ibadahnya hingga kekayaan dan bisnisnya melalaikan ibadahnya sehingga sudah lumrah kita dapati banyakpengusaha2 sukses tapi hampir-hampir kita tak pernah jumpai mereka dimasjid sholat jama’ah 5 waktu, atau sedikit sekali kontribusinya untuk kemaslahatan umat, atau dalam menjalankan bisnisnya sudah tidak mengenal halal-haram apalagi syubhat, Riba, dzalim, tipu-menipu, suap, tidak amanah dsb. So cek apakah yang berubah karena harta diri kita ini..??

Jadilah Pengusaha Muslim Pejuang Syariah, Tangguh, Profesional, Sukses dalam bisnis dan komitment tinggi dengan syariah, membawa keberkahan dan kemaslahatan umat dan ‘Izzatul Islam wa Muslimin.
Silahkan menyimak Sosok Miliarder Zuhud salahsatu shahabat penghuni Surga yang menakjubkan ini,

Adalah sosok yang sangat bersegera dalam berinfak. Dialah Abdurrahman bin ‘auf, putih kulitnya, lebat rambutnya, banyak bulu matanya, mancung hidungnya, panjang gigi taringnya yang bagian atas, panjang rambutnya sampai menutupi kedua telinganya, panjang lehernya, serta lebar kedua bahunya.
Dilahirkan selang sepuluh tahun setelah tahun Gajah. Pada masa jahiliyah memiliki nama Abu Amru. Setelah masuk Islam, kemudian Rasulullah sholallahu alaihi wa salam menggantinya dengan Abdurrahman. Lengkapnya ialah Abdurrahman bin Auf bin Abdi bin Al Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’aiy. Kuniyahnya ialah Abu Ahmad. Dia termasuk Assabiqun Al Awwalun, dan tergolong diantara sepuluh orang yang dijanjikan Rasulullah masuk surga. 

Abdurrahmah bin Auf masuk Islam atas ajakan Abu Bakar Ash Shiddiq, yaitu sebelum Rasulullah tinggal di rumah Al Arqam. Sebagaimana kaum muslimin yang lainnya, ia juga mendapatkan tekanan-tekanan dari kaum Quraisy, yang semakin lama semakin keras. Ketika Allah mengijinkan Rasulullah untuk hijrah ke Madinah, ia termasuk orang yang turut serta dalam rombongan tersebut. Di madinah beliau dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan sahabat Sa’ad bin Rabi’ Al Anshari Sa’ad bin Rabi’ berkata kepada saudaranya, Abdurrahman, ”Wahai saudaraku, aku memiliki dua kebun, pilihlah mana yang engkau suka, lalu ambillah.” Abdurrahman menjawab, ”Semoga Allah memberikan berkah kepada harta dan keluargamu. Akan tetapi, tunjukanlah kepadaku pasar.”

Dia adalah sahabat yang pandai berdagang dan sangat ulet. Maka mulailah ia menjual dan membeli. Selang beberapa saat ia sudah mengumpulkan keuntungan dari perdagangannya.Disamping itu, ia juga sosok pejuang yang pemberani. Ia mengikuti peperangan-peperangan bersama Rasulullah. Pada waktu perang Badr, ia berhasil membunuh salah satu dari musuh-musuh Allah, yaitu Umair bin Utsman bin Ka’ab At Taimi. Keberaniannya juga nampak tatkala perang Uhud, medan dimana banyak diantara kaum muslimin yang lari, namun ia tetap ditempatnya dan terus berperang Sehingga diriwayatkan, ia mengalami luka-luka sekitar dua puluh sekian luka. Akan tetapi perjuangannya di medan perang masih lebih ringan, jika dibanding dengan perjuangannya dalam harta yang dimilikinya.

Keuletannya berdagang serta doa dari Rasulullah, menjadikan perdagangannya semakin berhasil, sehingga ia termasuk salah seorang sahabat yang kaya raya. Kekayaan yang dimilikinya, tidak menjadikannya lalai. Tidak menjadi penghalang untuk menjadi dermawan.

Diantara kedermawanannya, ialah tatkala Rasulullah ingin melaksanakan perang Tabuk. Yaitu sebuah peperangan yang membutuhkan banyak perbekalan. Maka datanglah Abdurrahman bin ‘Auf dengan membawa dua ratus ‘uqiyah emas,dan menginfakkannya di jalan Allah. ( 1 uqiyah emas = 29,75 gram emas, 200 uqiyah = 5,95 Kg emas coba hitung berapa yang beliau infaqkan.?? kita ambil saja rata-rata harga 1 gram emas = Rp 500.000, jadi total yang beliau shodaqohkan lebih dari 2,9 M) Sehingga berkata Umar bin Khattab, ”Sesungguhnya aku melihat, bahwa Abdurrahman adalah orang yang berdosa karena dia tidak meninggalkan untuk keluarganya sesuatu apapun.” Maka bertanyalah Rasulullah kepadanya, ”Wahai Abdurrahman, apa yang telah engkau tinggalkan untuk keluargamu?” Dia menjawab, ”Wahai Rasulullah, aku telah meninggalkan untuk mereka lebih banyak dan lebih baik dari yang telah aku infakkan.” ”Apa itu?” tanya Rasulullah. Abdurrahman menjawab, ”Apa yang dijanjikan oleh Allah dan RasulNya berupa rizki dan kebaikan serta pahala yang banyak.”

Adakah sekarang Pengusaha Muslim yang shodaqohnya dalam satu waktu seperti beliau diatas..??
Suatu ketika datanglah kafilah dagang Abdurrahman di kota Madinah, terdiri dari 700 onta yang membawa kebutuhan-kebutuhan. Tatkala masuk ke kota Madinah, terdengarlah suara hiruk pikuk. Maka berkata Ummul Mukminin, ”Suara apakah ini?” Maka dijawab, ”Telah datang kafilah Abdurrahman bin ‘Auf.” Ummul Mukminin berkata, ”Sungguh aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Aku melihat Abdurrahman masuk surga dengan keadaan merangkak’**.” Ketika mendengarkan berita tersebut, Abdurrahman mengatakan, ”Aku ingin masuk surga dengan keadaan berdiri. Maka diinfakkanlah kafilah dagang tersebut.”
Beliau juga terkenal senang berbuat baik kepada orang lain, terutama kepada Ummahatul Mukminin. Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Mneyertainya apabila mereka berhaji, yang ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Abdurrahman. Dia juga pernah memberikan kepada mereka sebuah kebun yagn nilainya sebanyak empat ratus ribu.
Puncak dari kebaikannya kepada orang lain, ialah ketika ia menjual tanah seharga 40.000 dinar, ( jika dikurs sekarang  1 Dinar - senilai Rp. 2.260.000,- coba hitung berapa yang beliau shodaqahkan, 40.000 x 2.260.000 = 90.400.000.000 (90,4 Milyar) yang kemudian dibagikannya kepada Bani Zuhrah dan orang-orang fakir dari kalangan muhajirin dan Anshar. Ketika Aisyah mendapatkan bagiannya, ia berkata, ”Aku mendengar Rasulullah bersabda, tidak akan memperhatikan sepeninggalku, kecuali orang-orang yang bersabar. Semoga Allah memberinya air minum dari mata air Salsabila di surga.”
Diantara keistimewaan Abdurrahman bin Auf, bahwa a berfatwa tatkala Rasulullah masih hidup. Rasulullah juga pernah shalat di belakangnya pada waktu perang tabuk. Ini merupakan keutamaan yang tidak dimiliki orang lain.

Abdurrahman bin Auf, juga termasuk salah seorang sahabat yang mendapatkan perhatian khusus dari Rasulullah. Terbukti tatkala terjadi suatu masalah antara dia dan Khalid bin Walid, maka Rasulullah bersabda, ”Wahai Khalid, janganlah engkau menyakiti salah seorang dari Ahli Badr (yang mengikuti perang Badr). Seandainya engkau berinfak dengan emas sebesar gunung Uhud, maka tidak akan bisa menyamai amalannya.”

Disamping memiliki sifat yang pemurah dan dermawan, ia juga sahabat yang faqih dalam masalah agama. Berkata Ibnu Abbas: Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Umar bin Khattab. Maka Umar berkata, ”apakah engkau pernah mendengar hadits dari Rasulullah yang memerintahkan seseorang apabila lupa dalam shalatnya, dan apa yang dia perbuat?”
Aku menjawab, ”Demi Allah, tidak pernah wahai Amirul Mukminin. Apakah engkau pernah mendengarnya?” Dia menjawab, ”Tidak pernah, demi Allah.” Tatkala kami sedang demikian, datanglah Abdurrahman bin Auf dan berkata, ”Apa yang sedang kalian lakukan?” Umar menjawab, ”Aku bertanya kepada Ibnu Abbas,” kemudian ia menyebutkan pertanyaannya. Abdurrahman berkata, ”aku pernah mendengarkan tentang hal itu dari Rasulullah.” Apa yang engkau dengar wahai Abdurrahman?” Maka ia menjawab, ”Aku mendengar Rasulullah bersabda, apabila lupa salah seorang diantara kalian di dalam shalatnya, sehingga tidak tahu apakah ia menambah atau mengurangi, apabila ragu satu raka’at atau dua raka’at, maka jadikanlah satu raka’at, dan apabila ia ragu dua raka’at atau tiga raka’at, maka jadikanlah dua raka’at, dan apabila ia ragu tiga raka’at atau empat raka’at, maka jadikanlah tiga raka’at, sehingga keraguannya di dalam menambah, kemudian sujud dua kali dan dia dalam keadaan duduk sebelum salam, kemudian salam.”

Itulah beberapa keutamaan Abdurrahman bin Auf, dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang lainnya. Apabila dalam suatu majlis, kesederhanaan yang dimiliki Abdurrahman, menjadikan manusia susah untuk membedakan, mana yang miskin dan mana yang kaya. Melimpahnya harta yang dimilikinya, itu semua karena doa dari Rasulullah sholallahu alaihi wa salam dan merupakan ujian berat dari Allah.
Beliau wafat dan meninggalkan banyak harta untuk para ahli warisnya. Terbilang meninggalkan 1000 onta, 100 kuda, 3000 kambing , Juga meninggalkan emas dan perak yang semuanya dibagikan kepada ahli warisnya.

Sungguh berbahagia Abdurrahman bin Auf, orang yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah. Diantara sahabat yang ikut membawa jenazahnya ialah Sa’ad bin Abi Waqqas. Juga dishalati oleh Utsman bin Affan, serta ikut mengiringinya sahabat Ali bin Abi Thalib. Semoga Allah merahmati sahabat Abdurrahman bin Auf.

Sumber Biography:
Rubrik Sakhshiyah Majalah Assunnah edisi 02/Tahun VII/1424H/2003M, hal 59-60 oleh Abu Aminah.
Bagian Prolog dari berbagai sumber

Catatan,
Berkata Aisyah: Aku pernah mendengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Qod roaitu abdurrahman bin Auf yad khulul jannata habwan” [Sesungguhnya aku melihat Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak.” Hadist tersebut Diriwayatkan oleh Ahmad (6/115) dari jalan Umarah, dari Tsabit, dari Anas, dari Aisyah.
Sanad hadit tersebut dlaif, karena di sanadnya ada Umarah bin Zaadzaan Ash Shaidalaaniy Abu Salamah Al Bashri; beliau seorang rawi yang lemah hafalannya.  Ibnu Hajar dalam Taqrib menyatkan bahwa beliau Shaduqun (orang yang benar), akan tetapi sering salah.
Demikian penjelasan Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam buku Hadits-hadits Dlaif dan Maudlu’ jilid 1; Darul Qolam, Cet 1. 2003 M, hal.116-117

Wallahu’alam
Semoga Bermanfaat

Sabtu, 22 September 2012

Inilah 10 Orang Terkaya Di Dunia Yang Berkumpul Dalam Satu Ruangan

Mereka berkumpul di Ruang megah di New York Public Library, sekelompok individu yang merupakan orang yang luar biasa, berkumpul untuk pertemuan orang terkaya di dunia.
Warren Buffett, Oprah Winfrey, Bill dan Melinda Gates, Pete Petersen, Leon Black, Jon Bon Jovi, Marc Benioff, David Rubenstein, Steve Case, Laura Arrillaga Andreessen dan Marc Andreessen. mereka bersatu untuk mendedikasikan sebagian besar kekayaan mereka untuk penyebab filantropi.


• Billionaires (lr) Warren Buffet, Oprah Winfrey, Bill dan Melinda Gates, Pete Peterson, Leon Hitam, Jon Bon Jovi, Marc Benioff, David Rubenstein, Steve Case, Laura Arrillaga-Andreessen dan Marc Andreessen

Para miliarder berpose di perpustakaan di Manhattan pada tanggal 26 Juni tahun ini untuk sampul peringatan 30 tahun Forbes, yang diterbitkan pada tanggal 8 Oktober.
Amerika Serikat masih memiliki pangsa terbesar dari milyarder dari bangsa manapun dengan. Sepuluh besar terkaya di Forbes 400: Bill Gates ($66 miliar), Warren Buffett ($46 miliar), Larry Ellison ($41 miliar), Charles Koch ($31 miliar), David Koch ($31 miliar), Christy Walton & keluarga ( $27,900,000,000), Jim Walton ($26,800,000,000), Alice Walton ($26,300,000,000), S. Robson Walton ($26,100,000,000) dan Michael Bloomberg ($25 miliar).

Mark Zuckerberg sebenarnya masuk ke daftar ini tapi dia kehilangan hampir setengah dari kekayaannya $17.5bn setelah flotasi pasar saham Facebook. Pendiri jaringan sosial sekarang memiliki $9.4bn setelah melihat $8.1bn menghilang dari nilai pribadinya selama 12 bulan terakhir.


• super kaya dermawan berkumpul di New York Public Library pada bulan Juni untuk potret yang menampilkan sampul dari 400 Forbes

  
• Bintang rock Jon Bon Jovi (kiri) dan ratu Oprah hanya dua dari super kaya berkomitmen untuk berbagai penyebab filantropis

Pendiri Microsoft Bill Gates tetap di bagian atas daftar orang Amerika terkaya dengan kekayaan $66bn, diikuti oleh investor Warren Buffett pada $46bn.

  
• Gates mempuncaki daftar tahunan Forbes 'dari US Uber-elit untuk tahun ke-19 berturut-turut dengan $66 miliar sampai $7,000,000,000 dari tahun sebelumnya, sementara investor Warren Buffett, kepala Berkshire Hathaway, lagi mengambil kedua tempat dengan $46,000,000,000

Pendiri Oracle Larry Ellison adalah ketiga dan bernilai $41 miliar, naik $8,000,000,000 yang merupakan kenaikan terbesar tahun ini.

Senin, 11 Oktober 2010

Trik Jitu Menjadi Kaya Mendadak

Berikut ada 5 Trik LOGIS agar Anda segera menjadi kaya :

1. Buatlah pekerjaan yang memberi manfaat bagi orang banyak

Bila saat ini Anda saat ini sedang bekerja maka buatlah pekerjaan Anda itu menjadi pekerjaan yang memberi manfaat bagi orang banyak. Atau ciptakan pekerjaan yang bisa merekrut banyak tenaga kerja dan mengurangi jumlah pengangguran.
Bagaimana bila tidak ada modal? Modal bukanlah hal yang utama tetapi niatan baik untuk menolong sesama adalah utama.

Contohnya : Bila Anda adalah seorang pedagang, rekrutlah 1 orang pegawai, dengan cara ini Anda telah memberi manfaat kepada orang lain dan paling tidak Anda akan merasa lebih kaya daripada sebelumnya (terutama bila dibandingkan pegawai Anda).

2. Rajinlah meningkatkan (UPGRADE) kemampuan Anda

Sisihkan sedikit uang Anda untuk MENINGKATKAN KEMAMPUAN Anda. Kalau perlu Anda boleh berhutang pada bank untuk meningkatkan kemampuan Anda asalkan digunakan secara jelas.

Contohnya : Bila Anda seorang Dokter Umum, Anda dapat mengambil beberapa kursus yang dapat meningkatkan NILAI JUAL Anda (ATLS, ACLS, Akupuntur, Kecantikan) atau bahkan mengambil jenjang spesialisasi. Atau bila saat ini Anda adalah lulusan D3 Management yang posisi Anda hanyalah STAF biasa, maka Anda dapat mengambil beberapa kursus (komputer, pajak, kemanajemenan) atau langsung aja ambil kuliah ekstensi untuk S1 dan lanjut menjadi S2. Peningkatan jenjang pendidikan akan memicu atasan Anda untuk meningkatkan posisi Anda.

Hal ini tidak dapat dipungkiri karena jenjang pendidikan menentukan dan memperkuat karir. Dan karir yang terus menanjak tentu saja akan meningkatkan income Anda. Anda akan lebih kaya dari pada sebelumnya.

3. Jangan Lama-lama berada pada posisi Employee (Pegawai)

Bukannya saya tidak suka dengan posisi pegawai tapi posisi pegawai itu adalah posisi paling lemah dalam menentukan income. Posisi pegawai sangat tergantung pada posisi orang lain (ingatlah Cash Flow Quadrant dari Robert Kiyosaki) yang menggaji dia. Pegawai kalaupun bisa bernego untuk meningkatkan pendapatnya tapi hanya akan mendapatkan sedikit sekali kenaikan yang kadang kala tidak sebanding dengan laju inflasi saat ini.

Karena sebab sebab diatas maka segera BERALIHLAH ke posisi Quadrant yang lain (Self Employee, Bisnis, dan Investasi). Atau kalau Anda tidak dapat segera beralih dari pekerjaan Anda saat ini karena masih harus mem-"back up" keuangan keluarga maka segeralah MERINTIS usaha yang berada pada posisi Self Employee, Bisnis, dan Investasi sambil Anda tetap sebagai pegawai.

Bagaimana jika pekerjaan Saya sangat menyita waktu sehingga tidak ada waktu luangpun untuk mengerjakan bisnis ?

Waktu bukanlah alasan untuk menghambat pembuatan suatu ide bisnis karena Anda yang memikirkan sistemnya dan orang lainlah yang mengerjakan. Sebagai contoh: Pak Helmy yang rata-rata bekerja sebagai desainer produk di sebuah pabrik sepatu sejak jam 07.30 sampai dengan jam 18.00, diwaktu senggangnya dia merintis bisnis wartel dengan bekerja sama modal dengan gurunya saat SMP, saat ini dia sudah mempekerjakan seorang pegawai. Di wartel itu juga dijual voucher fisik dan elektrik. Pak Helmy juga menerima pesanan drafter AutoCAD dari orang lain. Selain itu Pak Helmy juga ikut menanamkan modal pada sebuah CV milik temannya. Dari contoh diatas Pak Helmy selain sebagai Employee (pegawai Pabrik), dia juga sebagai Self Employee .