Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsitektur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 September 2012

Gemerlap Penutupan PON XVIII di Pekanbaru

Kesan mewah tergambar saat memasuki Stadion Utama Riau. Perpaduan lampu dengan warna merah, hijau, dan ungu serta biru terang mendominasi permainan cahaya di dalam lapangan. Lalu ribuan penari dari para pelajar, mahasiswa dan seniman memasuki lapangan menghibur para penonton yang hadir langsung untuk menyaksikan acara penutupan PON XVIII Riau 2012, Kamis malam (20.09.2012).

Ada dua kali pesta kembang api yang durasinya lebih lama dari acara pesta pembukaan. Acara penutupan lebih kepada acara selebrasi untuk memberikan selamat bagi para atlet yang telah bertanding berhari-hari di ajang PON Riau 2012.

Acara yang bertemakan Kasih Sayang Air tersebut akan kembali dipandu oleh Darius Sinathrya yang berpasangan dengan Teuku Malinda. Beberapa artis nasional pun ikut ambil bagian untuk memeriahkan acara tersebut, diantaranya, Cici Paramida yang akan membawakan lagu-lagu melayu.

Ahmad Dhani dengan band Triadnya, Truth (Titi Dj dan Ruth Sahanaya), Ari Lasso, Steven Jam, dan grup musik nasional dari Pekanbaru, Geisha.

Jom kita tengok foto-fotonya, gan...


Riau Main Stadium, tempat penyelenggaraan PON Riau 2012


Geisha, grup band papan atas Indonesia asal Pekanbaru


Atraksi pada malam penutupan
Cici Faramida

Ahmad Dhani bersama band rock T.R.I.A.D

Suasana malam penutupan PON XVIII Riau di Riau Main Stadium
Suasana pesta kembang api pada penutupan PON XVIII 2012

Rabu, 29 September 2010

Cara Setting Printer pada AutoCAD

iNih, saya cerita dulu ya...? Beberapa waktu yang lalu teman saya, mencoba menggambar garis horizontal dan garis vertikal dengan panjang sama yakni 100m menggunakan AutoCAD 2006. Lalu dia melakukan plot memakai skala 1:400 pada kertas berukuran A3 dengan menggunakan printer merk Canon (katakanlah Canon i6500). Saat hasil gambar dicek pakai penggaris, hasil print ternyata terjadi perbedaan ukuran. Dimana garis vertical menjadi 26,5cm sementara garis mendatar tetap 25cm. Dia bingung, seharusnya hasil penggambaran AutoCAD tersebut kedua sisinya berukuran 25cm. Dia menanyakan apakah printer yang dipakai rusak, Lalu bagaimana cara melakukan setting printer pada AutoCAD agar gambar menjadi presisi?


Solusi CAD yang dapat dilakukan adalah dengan mengikuti langkah di bawah ini:
  1. Masuk ke layout kertas, kemudian tampilkan toolbar view port.
  2. Selanjutnya pada layout, buat garis yang sesuai dengan ukuran kertas, bila menggunakan kertas A3 berarti ukuran adalah 420x297mm. Lalu buat garis memakai polygon pada tool bar viewport. Cara ini merupakan langkah membuat layout kertas gambar secara manual pada autocad.
  3. Setelah membuat layout kertas, secara otomatis gambar yang telah anda buat akan terlihat di dalam layout kertas tadi. Terus anda menentukan skala di toolbar lewat viewport menjadi 1 : 4000. Kemudian lakukan klik didalam kertas. Lalu coba anda cek ukuran garis agar dapat sesuai. Perlu diperhatikan bahwa saat ini, anda jangan mempergunakan perintah zoom. Karena jika pakai perintah zoom, ukuran sebelumnya dapat berubah.
  4. Kemudian coba anda lakukan PLOT, selanjutnya tentukan jenis printer yang digunakan. Lalu beri ukuran kertas A3, trus klik WINDOW, Klik pada sudut kanan atas dan lakukan klik pada sudut kirih bawah layout kertas gambar yang telah anda buat. Beri tanda pada kolom center. Kemudian set skala menjadi 1:1 karena skala 1:4000 telah anda buat sebelumnya.
  5. Langakah terakhir anda tinggal melakukan klik preview ketika sudah dianggap oke, lakukan klik kanan selanjutnya pilih plot.
Jika masih terjadi kesalahan, berarti kesalahan ada pada gambar bukan di printer. Coba untuk memperhatikan printer preferences Anda! kemudian lakukan pengecekan lagi dimana pada umumnya, jika telah membuat setting on scaled, Settingan printer preferences pun harus disamakan juga, dikarenakan default printer menyesuaikan dengan ukuran kertas gambar. Sementara ukuran kertas A3 ada ada bermacam-macam, sebab Anda ingin mencetak gambar sesuai dengan skala, berarti Anda harus ubah setting default preferences printer, ke ukuran skala, bukannya ukuran kertas.

Coba Anda gunakan tips di atas, SEMOGA MEMBANTU!

Membuat Daftar Skala Sendiri di AutoCAD

Di dalam AutoCAD terdapat fasilitas scale list. Ini berguna untuk mengatur skala gambar ke skala kertas di model spaces dan paper spaces. AutoCAD sendiri sudah menyediakan untuk metric dan inches. Untuk metric terdapat skala yang umum yaitu: 1:00, 1:50, 1:20, dst.


Skala ini sesuai jika kita memakai unit satuan milimeter (mm). Bagaimana kalau jika pengguna menggunakan unit satuan gambar meter (m) atau bahkan centimeter (cm)? Atau gambar siteplan yang membutuhkan skala 1:200 atau 1:500?

Untuk itu kita harus membuat skala gambar yang disesuaikan dengan pekerjaan yang kita kerjakan.

AutoCAD menyediakan untuk membuat daftar skala sendiri yaitu di command: OPTIONS, tab User Preferences, dan klik toolbar
Edit Scale List.


Untuk menambahkan daftar skala baru misal untuk gambar site 1:500, klik toolbar Add, dan kemudian muncul:


Di "Name appearing in scale list:" masukkan nama daftar skala yaitu; 1:500 lalu untuk "Paper units:" diisi angka 1 dan "Drawing units:" angka 500. dan klik OK. Maka kita punya daftar skala baru 1:500 untuk unit satuan milimeter (mm).


Bila kita meggunakan unit satuan gambar meter (m), anda dapat menambahkan daftar skala yang anda inginkan dengan cara sperti diatas. Berikut ini daftar skala yang saya sarankan untuk pengguna dengan unit satuan gambar dalam meter (m):

Name appearing in scale list: Paper units Drawing units:
1:100 (m) 1 0.1
1:50 (m) 1 0.05
1:20 (m) 1 0.02
1:10 (m) 1 0.01







Senin, 27 September 2010

Mengintip Pustaka Soeman Hs

Sebagai seorang warga Kota Pekanbaru, saya tentunya paham mengapa kota ini sejak era reformasi membangun venue-venue dan fasilitas yang menunjang yang dikhususkan bagi warganya. Tak lain tak bukan karena Pekanbaru sedang menuju kota metropolitan. Hal ini menggambarkan bagaimana besarnya ambisi pemerintah kota untuk merubah Pekanbaru yang dulu dikenal hanya sebagai sebuah kota kecil di pinggiran Sungai Siak, menjadi sebuah kota metropolitan, layaknya kota besar lainnya baik di Indonesia maupun mancanegara. Terbukti, slogan itu bukan hanya sebatas slogan, tapi juga diwujudkan dengan komitmen pemerintah kota yang selalu menggesa pembangunan di berbagai aspek. Mulai dari pembangunan berbagai sarana dan prasarana yang dilakukan sampai ke pelosok (baca: pinggiran) kota, juga peningkatan kualitas manusianya.

Nah, khusus untuk tulisan ini, saya akan memperkenalkan satu bangunan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat Riau pada umumnya, dan warga Kota Pekanbaru pada khususnya. Bangunan itu dikenal dengan nama Pustaka Soeman Hs.

Pustaka Soeman Hs berlokasi tepat di Ring-1 Kota Pekanbaru. Bangunan ini terdiri dari 6 (enam) lantai. Kalau saya ilustrasikan, lantai dasar (ground floor) terdapat foyer, café, ruang baca anak, Fasilitas OPAC (Online Public Access Catalog), ruang baca media cetak, ruang komputer dan internet access, serta tempat registrasi anggota perpustakaan. Jika Anda naik ke lantai I dan II terdapat koleksi buku umum yang boleh dipinjam jika Anda telah menjadi anggota pustaka. Di lantai II terdapat 2 buah glass room yang difungsikan sebagai ruang meeting yang kecil (memuat 5-10 orang).
 
Naik lagi ke lantai III terdapat koleksi referensi yang hanya boleh Anda baca di tempat. Di lantai ini terdapat 1 buah glass room dan sebuah opened-cyrcle-room yang juga bisa digunakan sebagai ruang meeting mini. Pada lantai ini juga terdapat ruangan khusus menyimpan refensi buku-buku Melayu dan buku-buku sumbangan Konsulat Malaysia dan Singapura. Ruang ini disebut Bilik Melayu. Ruangan ini berisikan buku-buku tentang melayu, karya-karya dari budayawan-budayawan melayu riau, seperti Tennas Effendy dan lainnya. Ini menjadi salah satu ciri khas perputakaan Soeman HS, karena sesuai dengan Riau ini yang merupakan tanah Melayu.

Ketika Anda naik ke lantai IV, terdapat ruangan khusus yang menyediakan buku-buku dan referensi tentang segala macam energi. Sebagai bentuk apresiasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada Provinsi Riau, dalam menyambut hari jadi Provinsi Riau, Chevron memberikan bantuan Energy Corner atau Pojok Energi yang ada di lantai IV Perpustakaan Soeman Hs, di mana para pengunjung perpustakaan bisa mem-browsing dan melihat soal energi di perpustakaan dengan 20 komputer yang disediakan oleh Chevron. Energy Corner adalah salah satu wujud Chevron untuk terus berkontribusi terhadap bidang pendidikan di Riau. Fasilitas ini dirancang sebagai sentra layanan dan sumber informasi serta pengetahuan bagi masyarakat Riau untuk mengenal dan memahami lebih dalam sektor energi, khususnya operasi minyak dan gas bumi. Energy Corner nantinya diharapkan dapat menjadi salah-satu ikon Provinsi Riau, yang merupakan provinsi penghasil energi, khususnya migas terbesar di Indonesia.

Untuk lantai V dan VI dikhususkan bagi kantor administrasi pegawai perpustakaan. Untuk diketahui, kuantitas buku yang ada hingga kini ada sekitar 71.259 judul buku yang tersedia, dengan berbagai jenis buku, antara lain karya umum, filsafat, agama, kesenian, olahraga, hukum, dan lainnya.








Anda tentu berpikir, mengapa namanya Pustaka Soeman Hs? Dan siapa sebenarnya Soeman Hs?

Soeman Hs adalah seorang sastrawan kelahiran Bengkalis pada tahun 1904. Beliau dikenal sebagai pelopor penulisan cerita detektif berbahasa Indonesia modern dan pelopor cerita humor. Karya-karya sastrawan Angkatan Balai Pustaka ini antara lain Mencari Pencuri Anak Perawan, Kawan Bergelut (kumpulan cerpen), Tebusan Darah, Kasih Tak Terlerai, dan Percobaan Setia.
Ia menulis dengan Bahasa Melayu lama, dengan kemampuan masuk menukik tak hanya sebatas ceruk-lekuk tradisi dan adat resam Melayu, akan tetapi jauh menyelam ke dasar hakikat kehidupan Melayu (Riau) sebagai saripati dan pergulatan hidupnya.

Soeman Hs meninggal dunia di Pekanbaru, 8 Mei 1999, di usia 95 tahun. Dua huruf di belakang namanya, Hs, merupakan singakatan dari nama marganya, Hasibuan. Untuk menghormati dan mengenang beliau, maka namanya diabadikan untuk perpustakaan daerah ini.