Tampilkan postingan dengan label Soeman Hs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soeman Hs. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 September 2010

Eksistensi Bahasa Inggris di Tanah Melayu

Tidak bisa ditampik lagi bahwa Pekanbaru sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia. Pekanbaru adalah salah satu kota bisnis di ranah negeri ini. Tentunya menuntut kecakapan warganya untuk menyikapi keadaan kota yang tiap tahun jumlah penduduknya selalu bertambah. Penduduk yang kian bertambah asalnya tidak hanya dari provinsi tetangga, tetapi juga orang-orang dari luar negeri. Hal ini terjadi karena mereka melakukannya atas dasar keefektifan waktu terhadap pekerjaannya di kota bertuah ini yang sebagian besar bekerja di bidang bisnis.

Untuk menyikapi hal tersebut, tentunya bahasa inggris adalah salah satu bahasa yang perlu diperhitungkan. Bahasa asing ini adalah bahasa yang sifatnya general yang mau tak mau harus digunakan, terlebih lagi di bidang bisnis. Oleh karenanya, kini banyak bertebaran tempat-tempat kursus bahasa inggris di kota ini.

Pustaka Soeman Hs sebagai pustaka terbesar di Indonesia yang berada di Kota Pekanbaru juga menyikapi hal ini. Pada akhir tahun 2009 lalu dibentuklah suatu komunitas berbahasa inggris yang diberi nama Soeman Hs English Community atau disingkat SECom.

Suasana Pustaka Soeman Hs sebagai homebase SECom pada malam hari
Komunitas ini diikuti oleh berbagai kalangan, dari yang tua hingga yang muda. Yang sedang bersekolah hingga yang telah bekerja. Karena sifatnya yang terbuka untuk umum, komunitas ini boleh diikuti oleh siapa saja yang ingin meningkatkan bahasa inggris. Menurut salah satu pembimbingnya, Om Endra, komunitas ini adalah komunitas umum yang boleh diikuti oleh khalayak umum. Syaratnya mudah, asal ada basic bahasa inggris, dia boleh ikut. Waktu untuk pertemuannya dijadwalkan pada akhir minggu dimana kebanyakan orang pada hari itu libur kerja dan kuliah. Biasanya pada hari Sabtu dijadwalkan pada pukul 14.00 hingga 16.00 dan pada hari Minggu pukul 10.00 hingga 12.00. Tempat pertemuannya pun representatif, bertempat di lantai II atau lantai III gedung pustaka. Karena mengambil tempat di salah satu glass-room (ruang kaca) yang memuat 5 hingga 10 orang, membuat suasana pertemuan semakin intens. Tiap pertemuan biasanya dilakukan dengan membahas suatu topik dimana tiap-tiap peserta akan diminta opini dan pendapatnya dalam bahasa inggris. Jadi, kegiatan biasanya diisi dengan kegiatan daily talks (percakapan sehari-hari). 
Anggota SECom berpose di foyer lobby gedung pustaka
Salah satu penggagas komunitas ini, Zulkifli atau biasa disapa dengan nama Uncle Jo, berharap komunitas ini membentuk setiap anggotanya agar aktif berbahasa inggris. "Dimana-mana sekarang syarat bekerja harus bisa berbahasa inggris. Oleh karena itu, silahkan cari kerja di luar negeri sehingga bahasa inggris kalian bisa dipakai." Pria kelahiran Indragiri Hilir ini memang termasuk yang bersemangat mendorong munculnya komunitas ini. Pria yang merupakan pensiunan Departemen Transmigrasi ini membentuk komunitas bersama Sekretaris BPAD Provinsi Riau, Drs. H. Yusri, yang juga merangkap ketua SECom. Untuk diketahui, karena komunitas ini bertempat di Pustaka Soeman Hs, maka komunitas ini juga didukung oleh pemerintah daerah setempat.

Berpose bersama Ketua SECom dan Konsul
Singapura Gavin Chay
Komunitas ini juga telah berhasil mencetak prestasi ketika English Festival yang diadakan Konsulat Jenderal Singapura pada tanggal 25 April 2010 yang lalu. Dua tim diturunkan untuk mengikuti festival ini. Masing-masing tim debat diikuti oleh Ramadhanil, Alvan Giovanny dan Athri Kasih; sedangkan tim drama diikuti oleh Indra, Dantes Mareka Putra, Syafrizal, Herdi Yulian dan Alfian. Tentunya ini adalah prestasi yang gemilang di tengah-tengah keadaan dimana remaja lain sibuk dengan aktivitas lain yang tidak bermanfaat. Yang tak kalah hebatnya di komunitas ini juga diikuti oleh tim debat nasional dari SMKN 2 Pekanbaru. Sebut saja Nanda Fadriansyah dan Ezi Syaputra yang telah mengukir berbagai prestasi di dunia debat bahasa inggris yang diadakan di kota-kota besar di Indonesia. 


Komunitas ini juga memiliki grup di Facebook dengan alamat http://www.facebook.com/group.php?gid=293963908960 atau dengan kata kunci SECom (Soeman Hs English Community).

Mengintip Pustaka Soeman Hs

Sebagai seorang warga Kota Pekanbaru, saya tentunya paham mengapa kota ini sejak era reformasi membangun venue-venue dan fasilitas yang menunjang yang dikhususkan bagi warganya. Tak lain tak bukan karena Pekanbaru sedang menuju kota metropolitan. Hal ini menggambarkan bagaimana besarnya ambisi pemerintah kota untuk merubah Pekanbaru yang dulu dikenal hanya sebagai sebuah kota kecil di pinggiran Sungai Siak, menjadi sebuah kota metropolitan, layaknya kota besar lainnya baik di Indonesia maupun mancanegara. Terbukti, slogan itu bukan hanya sebatas slogan, tapi juga diwujudkan dengan komitmen pemerintah kota yang selalu menggesa pembangunan di berbagai aspek. Mulai dari pembangunan berbagai sarana dan prasarana yang dilakukan sampai ke pelosok (baca: pinggiran) kota, juga peningkatan kualitas manusianya.

Nah, khusus untuk tulisan ini, saya akan memperkenalkan satu bangunan fasilitas yang diperuntukkan bagi masyarakat Riau pada umumnya, dan warga Kota Pekanbaru pada khususnya. Bangunan itu dikenal dengan nama Pustaka Soeman Hs.

Pustaka Soeman Hs berlokasi tepat di Ring-1 Kota Pekanbaru. Bangunan ini terdiri dari 6 (enam) lantai. Kalau saya ilustrasikan, lantai dasar (ground floor) terdapat foyer, café, ruang baca anak, Fasilitas OPAC (Online Public Access Catalog), ruang baca media cetak, ruang komputer dan internet access, serta tempat registrasi anggota perpustakaan. Jika Anda naik ke lantai I dan II terdapat koleksi buku umum yang boleh dipinjam jika Anda telah menjadi anggota pustaka. Di lantai II terdapat 2 buah glass room yang difungsikan sebagai ruang meeting yang kecil (memuat 5-10 orang).
 
Naik lagi ke lantai III terdapat koleksi referensi yang hanya boleh Anda baca di tempat. Di lantai ini terdapat 1 buah glass room dan sebuah opened-cyrcle-room yang juga bisa digunakan sebagai ruang meeting mini. Pada lantai ini juga terdapat ruangan khusus menyimpan refensi buku-buku Melayu dan buku-buku sumbangan Konsulat Malaysia dan Singapura. Ruang ini disebut Bilik Melayu. Ruangan ini berisikan buku-buku tentang melayu, karya-karya dari budayawan-budayawan melayu riau, seperti Tennas Effendy dan lainnya. Ini menjadi salah satu ciri khas perputakaan Soeman HS, karena sesuai dengan Riau ini yang merupakan tanah Melayu.

Ketika Anda naik ke lantai IV, terdapat ruangan khusus yang menyediakan buku-buku dan referensi tentang segala macam energi. Sebagai bentuk apresiasi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada Provinsi Riau, dalam menyambut hari jadi Provinsi Riau, Chevron memberikan bantuan Energy Corner atau Pojok Energi yang ada di lantai IV Perpustakaan Soeman Hs, di mana para pengunjung perpustakaan bisa mem-browsing dan melihat soal energi di perpustakaan dengan 20 komputer yang disediakan oleh Chevron. Energy Corner adalah salah satu wujud Chevron untuk terus berkontribusi terhadap bidang pendidikan di Riau. Fasilitas ini dirancang sebagai sentra layanan dan sumber informasi serta pengetahuan bagi masyarakat Riau untuk mengenal dan memahami lebih dalam sektor energi, khususnya operasi minyak dan gas bumi. Energy Corner nantinya diharapkan dapat menjadi salah-satu ikon Provinsi Riau, yang merupakan provinsi penghasil energi, khususnya migas terbesar di Indonesia.

Untuk lantai V dan VI dikhususkan bagi kantor administrasi pegawai perpustakaan. Untuk diketahui, kuantitas buku yang ada hingga kini ada sekitar 71.259 judul buku yang tersedia, dengan berbagai jenis buku, antara lain karya umum, filsafat, agama, kesenian, olahraga, hukum, dan lainnya.








Anda tentu berpikir, mengapa namanya Pustaka Soeman Hs? Dan siapa sebenarnya Soeman Hs?

Soeman Hs adalah seorang sastrawan kelahiran Bengkalis pada tahun 1904. Beliau dikenal sebagai pelopor penulisan cerita detektif berbahasa Indonesia modern dan pelopor cerita humor. Karya-karya sastrawan Angkatan Balai Pustaka ini antara lain Mencari Pencuri Anak Perawan, Kawan Bergelut (kumpulan cerpen), Tebusan Darah, Kasih Tak Terlerai, dan Percobaan Setia.
Ia menulis dengan Bahasa Melayu lama, dengan kemampuan masuk menukik tak hanya sebatas ceruk-lekuk tradisi dan adat resam Melayu, akan tetapi jauh menyelam ke dasar hakikat kehidupan Melayu (Riau) sebagai saripati dan pergulatan hidupnya.

Soeman Hs meninggal dunia di Pekanbaru, 8 Mei 1999, di usia 95 tahun. Dua huruf di belakang namanya, Hs, merupakan singakatan dari nama marganya, Hasibuan. Untuk menghormati dan mengenang beliau, maka namanya diabadikan untuk perpustakaan daerah ini.