Selasa, 05 Oktober 2010

Alasan Mengapa Orang-orang Yahudi Pintar

Bangsa Yahudi adalah salah satu bangsa yang menguasai dunia karena kecerdasan dan kelicikannya baik dari segi sains, bisnis, maupun teknologi.

Allah Ta'ala memang telah menganugrahkan kepada bangsa Yahudi suatu kelebihan berupa otak yang cemerlang. Dan sungguh sangat menarik mengetahui kenapa orang Yahudi begitu pintar dan mempunyai kelebihan dibanding bangsa-bangsa lain di atas dunia ini. Tentu saja dalam hal ini hanyalah sebatas kelebihan dalam hal urusan keduniawian. "dan Facebook yang kita gunakan pun adalah hasil karya meReka"...

Berikut ini sebuah artikel yang akan memaparkan sedikit sebab dari fenomena kelebihan mereka ini.

Marilah kita simak dengan seksama artikel di bawah ini, kemudian membahasnya bersama di kolom komentar dan jangan lupa mari kita SHARE / BAGIKAN agar saudara-saudara kita juga mempunyai kesempatan membaca artikel berharga ini.

Artikel Dr Stephen Carr LeOn patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi bugitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.


Persiapan Melahirkan
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen Sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.
Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?" Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Cara Makan
Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan. Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah-buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

ROKOK
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Ansa diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephens, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.

Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Kelas 1 - 6 SD
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.
Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Di samping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Sekolah Menengah - Perguruan Tinggi
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yg di beri keutamaan ialah ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktikkannya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori StepHen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

BAGAIMANA DENGAN PENDIDIKAN ANAK DI PALESTINA?
Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 (dua tahun lalu) memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.
Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. "Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. 
Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur'an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakUtan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid. Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.
Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, ROKOK. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.
Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.

"Lihat saja Indonesia," katanya seperti dalam tulisan itu. Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! (MEMALUKAN!) Berapa harga rokok? Cuma US$ 0.70 (apa-apaan ini!!!)
"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"


Tambahan sebagai kesimpulan:
  • Jika ada buah, mendahulukan makan buah sebelum makan berat adalah sesuai dengan sunnah/cara makan Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam.
  • Memanah, berkuda, dan berenang adalah olahraga yang paling dianjurkan oleh Rasulullah Sallalahu 'alaqihi wasallam kepada ummatnya.
  • Untuk ibu yang sedang mengandung, sangat dianjurkan untuk sering membaca atau mendengarkan Al-Qur'an.


Semoga bermanfaat.

Mimpiku yang Aneh dan Bermakna

Entah apa mimpi di siang bolong yang terjadi pada diriku. Aku tiba-tiba saja bermimpi. Mimpi suatu hal yang akan terjadi, jika Allah SWT mengizinkan. Mungkin karena angan-angan dan cita-cita yang belum aku laksanakan dan yang belum aku jemput, maka muncullah mimpi di siang bolong ini. Tetapi apa salah aku  bermimpi? Atau apa salahnya dengan mimpi itu? Tidak ada yang salah dengan diriku dan tidak ada yang salah dengan mimpi itu. Aku hanya bermimpi dan aku berharap mimpi ini adalah kejadian yang tersamar oleh kehidupan bunga mimpi.

Memangnya aku mimpi apa? Hehehe.... Aneh, aku serasa hidup di suatu zaman. Zaman yang hidup pada masanya di suatu negeri fasis yang disebut Jerman. Ya, hidup di zaman NAZI pimpinan Adolf Hitler. Entah mengapa aku sangat menyukai musik di zaman itu. Sehingga bila kemana-mana selalu menetneng gitar. Sebuah gitar akustik yang tidak begitu pandai kumainkan. Karena memang aku tidak pandai menggunakan alat musik itu. Aku hanya suka mendengar alunan-alunan suara yang ditimbulkan oleh senar-senar bas-nya, sambil sekali-sekali memetikkan senar yang lainnya. Sehingga bunyi nada bas yang muncul dan diselingi oleh nada-nada yang lainnya. Ya, seperti munculnya kegembiraan anak-anak kecil yang manis sedang bermain-main sambil mengemut permen lolly-pop di antara barisan gagah para tentara NAZI itu. 

Aku memiliki dua orang sahabat. Mereka adalah orang-orang yang penuh dengan mimpi. Aku jadi teringat pada film Sang Pemimpi dimana sang tokoh utama yang bernama Ikal memiliki dua orang sahabat yang juga penuh dengan mimpi, Arai dan Jimbron. Rupa dan bentuk sahabat-sahabatku itu persis seperti wajah dua orang sahabat Ikal ini. Arai yang berbadan kurus dan Jimbron yang bertubuh gempal, tetapi dia agak bungkuk. Kami selalu memiliki mimpi masing-masing. Aku bermimpi menjadi seorang pengusaha yang sukses dan kaya-raya. Sahabatku yang pertama bermimpi mengejar pendidikan ke negeri lain dan menjadi kaya, sedangkan sahabatku yang lain bermimpi menjadi seorang yang kaya dengan segala keterbatasannya.

Pada suatu hari aku pergi ke sebuah lapangan bukit yang tandus, yang ditumbuhi oleh beberapa helai rumput dan semak. Ketika itu aku masih setia dengan gitar akustik itu yang kusandang pada bahu kiriku. Lalu muncullah segerombolan para tentara NAZI itu yang hendak menuju ke kamp barat. Pada saat itulah, aku mengambil gitar ku, dan kumainkan dengan memetik senar-senar bas-nya. Seperti hendak mengiringi kepergian para pasukan tentara itu ke wilayah barat. Mereka seakan tidak peduli akan permainanku. Tetapi ada beberapa orang tentara yang melirik ke arah permainan ku. Lalu mereka berlalu begitu saja. Mereka melewati tanah bukit yang tidak terlalu tinggi itu dengan aku yang berada di bawahnya dengan begitu saja. 

Esoknya aku kembali ke tanah lapang itu. Tentunya dengan gitar akustik yang selalu ku gantung di bahu kiri. Lalu muncullah segerombolan perempuan-perempuan manis berpakaian barat klasik pada zamannya yang menuju ke barat. Mereka berjalan sambil bersenda gurau sambil tersenyum dan tertawa. Aku berpikir mereka pasti para suster dan perawat yang menuju ke kamp peperangan di arah barat. Lalu aku tertegun dan segera ku petikkan senar demi senar di gitarku tersebut. Mereka melirik ke arah permainanku sembari memberikan senyuman pada ku dan gitarku.

Lalu aku berlalu dan pulang ke arah kota. Sambil berpapasan dengan para gadis-gadis perawat tersebut. Tiba-tiba saja dari arah mereka muncul seorang pria berbadan besar dengan kumis khasnya sambil menarik lengan kanan ku dan menyeretku agar aku mengikutinya. Dari pakaiannya aku menebak orang ini pastilah seorang perwira. Lalu dia melepas gengamannya di lenganku dan menyuruhku masuk di depan pintu suatu rumah. Lalu aku bertanya, "Mengapa?!" Dia menjawab sambil membukakan pintu rumah kecil itu, "Untuk mengajarkan mereka cara memetikkan senar gitar." Kegelisahanku berubah menjadi perasaan gembira ketika aku melihat beberapa anak kecil di dalamnya. Dengan raut kegembiraannya mereka bercanda tawa antar satu dengan lainnya. Lalu aku berkata pada perwira itu, "Dengan senang hati, Tuan." Lalu dia tersenyum dan berlalu sambil membiarkan aku bersama anak-anak kecil itu. Lalu aku mencoba untuk mengajari mereka cara memegang gitar dan bagaimana memetik senar-senarnya satu demi satu. Mulanya mereka kurang menerima pengajaran yang aku berikan, tetapi pada akhirnya mereka menerimaku sepenuhnya. Entah berapa ratus banyak murid yang kuajar tahun demi tahun. Sehingga mereka menyewaku untuk mengajarinya. Padahal aku tidak begitu paham dengan gitar. Anehnya, mereka terus memintaku untuk mengajari anak-anak mereka.

Begitu seterusnya sehingga kehidupan ku tambah lama makin baik. Lalu seorang wanita menghampiriku dan bertanya, "Engkau sekarang sudah mapan. Apa yang terjadi pada dua orang sahabatmu yang lain?" Lalu aku berkata, "Mereka telah menggapai semua impiannya masing-masing. Aku sekarang sudah mapan dan kaya dengan kehidupanku sekarang. Temanku yang satu sudah berada di negeri yang lain untuk menimba ilmu dan sudah menjadi seorang ilmuwan kaya. Dan temanku yang satunya lagi, sudah kaya dengan segala keterbatasan yang ia miliki." Lalu aku tersenyum dan pergi berlalu saja hingga pada akhirnya aku terbangun dari mimpi ini.

Ternyata mimpi toh? Ya, diawal sudah kusinggung bahwa aku bercerita tentang mimpiku ini. Memang aneh mimpi ini. Tapi apa pelajaran yang bisa aku petik dari mimpi ini? Andalah yang bisa menilainya karena aku sedang hampir menyelesaikan pemikiranku tentang mimpi ini.

Senin, 04 Oktober 2010

Pengalaman Mengikuti Konferensi Pendidikan di Malaysia

Masih segar di ingatan saya pada bulan Desember 2008 ketika mengikuti sebuah konferensi yang cukup bergengsi di negara jiran Malaysia. Pada saat itu, saya mewakili perwakilan Riau (Indonesia) bersama 200 peserta yang terdiri dari dosen, guru, pemerhati pendidikan dan mahasiswa S2 dan S3 yang sedang mengikuti pendidikan di Malaysia. Pada kesempatan yang berharga itu saya bertindak hanya sebagai partisipan. Sebagai seorang perwakilan negara tentunya kita harus bisa menjaga nama baik negara kita, terlebih konferensi ini diikuti oleh beberapa perwakilan dari negara lain di Asia.

Ya, sebenarnya itu pertama kalinya saya menginjakkan kaki di negara Malaysia. Pada waktu itu saya membawa nama Universitas Riau (perwakilan mahasiswa). Banyak pengalaman yang saya petik dari konferensi yang bernama SMEReC itu. Untuk diketahui, kepanjangan SMEReC adalah Science and Mathematics Regional Conference. Pada waktu itu yang menaja adalah Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), diadakan di Kajang, Selangor Darul Ehsan, Malaysia pada tanggal 30 November hingga 5 Desember 2008. Acara itu sendiri dilaksanakan di Oriental Crystal Hotel, Kajang, Selangor D.E., Malaysia. Konferensi ini dibuka oleh YBHG Dato'  DR. Maximus Johnity Ongkili, Minister of Science, Technology and Inovation  (Menristek) Malaysia. Selama kegiatan konferensi peserta banyak mendapatkan tambahan pengetahuan dari ahli di bidang sains dan matematika di rantau ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membantu meningkatkan pendikan sains dan matematika di Indonesia. 
Main entrance Oriental Crystal Hotel di Kajang
Lobby hotel
Berikut saya ceritakan pengalaman saya selama hampir seminggu di Kajang. Saat saya menginjakkan kaki saya di appron bandara antarabangsa Kuala Lumpur (KLIA), terbesit di pikiran saya bahwa negara ini tak ada bedanya sama di Riau. Cuaca dan iklimnya yang sama, dan yang uniknya suasana perkebunan sawit di kiri dan kanan mengingatkan saya dengan jalan lintas yang menghubungkan Pekanbaru-Dumai. Yang membedakannya adalah pohon sawit di sana lebih besar.

Dari terminal kedatangan, saya diantar dengan bus kampus (UKM). Bus ini berbadan lebar dan sangat rendah. Tidak seperti bus Trans Jakarta atau Trans Metro Pekanbaru yang terkenal dengan jalur busway-nya, bus ini memiliki kursi penumpang yang berhadapan di sisi kiri-kanan belakang sopir dan setengah badannya diisi dengan kursi penumpang yang menghadap ke depan. Perjalanan dari KLIA di Sepang menuju Kajang di Selangor memakan waktu +/- 1.5 hingga 2 jam. 

Tiba di Kajang kami langsung dihantar ke sebuah hotel yang telah dipersiapkan sebelumnya. Nama hotelnya New City Hotel. Hotel ini berada tepat di depan hotel Oriental Crystal Hotel. Hotelnya cukup nyaman, dan bellboy-nya memang TKI asal Jawa yang bekerja di Kajang. Oya, ngomong-ngomong banyak orang Indonesia yang mencari rezeki di negeri ini. Saya sempat berjalan-jalan di belakang hotel yang memang terdapat pasar, ruko-ruko dan dua buah mall terbesar di kota itu. Kalau makan, saya biasanya lebih suka makan di sebuah restauran Padang yang makanannya cocok dengan lidah kami. Harganya RM 5.00 (jika dirupiahkan sekitar Rp15,000-an lah...) Dari penuturan sang pemilik restauran, dia sudah lama berjualan di kawasan bisnis Kajang ini. "Orang-orang kita banyak yang ada di sini. Cobalah tengok ke pasar. Itu isinya orang-orang kita banyak," kata Si Uda pemilik restauran Padang tersebut. Setelah saya cek ke pasar (hanya berdiri di luar, gak masuk soalnya bau seperti di pasar kita), ternyata memang benar. Kebanyakan orang Kampar yang berjualan di pasar tersebut. Oya, untuk diketahui bersama, yang best atau yang terkenal di sini adalah Satay Kajang. Ini penampakannya:


Satay Kajang yang sedaaap!!!
Jualan satay di pinggir jalan
 Berbagai macam ras yang hidup di kota ini. Mulai dari ras Melayu, ras tionghoa, ras hindustan hingga ras Arab ada di sini. Pada umumnya, ras Melayu bekerja di sektor pemerintahan dan public services. Kalau ras lainnya bekerja di sektor perdagangan. Ini foto suasana Kota Kajang yang saya ambil di belakang hotel.

Pusat bisnis di Kota Kajang
Oke, kembali ke konferensi. Saya bersama delegasi lain mendapat banyak pelajaran yang diambil dari konferensi yang diisi juga oleh workshop dan seminar ini. Isi seminar juga diisi oleh pemaparan dari para profesor di bidang pendidikan dari Australia dan Hong Kong. Yang berkesempatan menjadi pembicara utama dari seminar adalah Prof. Waldrip dari Australia dan Prof. Koon-Shing Leung dari Hong Kong. Pemaparan berkutat di sekitar permasalahan pendidikan dan metode pengajaran bagi guru dan dosen di sekolah serta kampus. Di workshop itu sendiri, saya menghadiri beberapa di antaranya workshop mengenai kombinasi ilmu agama Islam yang dikaitkan oleh ilmu sains yang dipaparkan oleh Prof. Khaleedjah hingga workshop tentang pemaparan para siswa Malaysia yang dituntut dengan daya kreasi imajinasi mereka agar bisa menjadi peneliti dan penemu di masa depan. Beberapa seminar yang saya ikuti juga ada yang dipaparkan oleh mahasiswa doktoral dan dosen dari Malaysia. Selain itu, juga seminar yang dipaparkan oleh beberapa orang dosen dan tenaga pendidik yang berasal dari Pekanbaru. Berikut saya tampilkan beberapa dokumentasi ketika saya mengikuti konferensi tersebut.


Peserta kontingen dari Riau berfoto sebelum acara pembukaan


Bersama Prof. Waldrip dari Australia


Bersama Prof. Koon-Shing Leung dari Hong Kong


Bersama Bpk. Wahyudi (seorang teknokrat Indonesia di Malaysia)
Bpk. Erbudiman (pengawas sekolah asal Rohil) dan Prof. Waldrip
pada acara official conference dinner

Bersama Prof. Khaleejah (kanan) dan seorang profesor dari UKM

Suasana workshop

Suasana acara pembukaan konferensi

Berkunjung ke Putrajaya, pusat pemerintahan Malaysia.
Saya berada di depan Istana Negara tempat prime minister berkantor.

Berada di depan KLCC di Kuala Lumpur
Berada di Taman Selaka UKM di Selangor D.E.

Sabtu, 02 Oktober 2010

So Many Affiliate Programs! Which One Do I Choose?

Ask questions first before you join an affiliate program. Do a little research about the choices of program that you intend to join into. Get some answers because they’ll be the deciding point of what you’ll be achieving later on.

Will it cost you anything to join? Most affiliate programs being offered today are absolutely for free. So why settle for those that charge you some dollars before joining.

When do they issue the commission checks? Every program is different. Some issue their checks once a month, quarterly, etc. Select the one that’s suited to your payment time choice. Many affiliate programs are setting a minimum earned commission amount that an affiliate must meet or exceed in order for their checks to be issued.

What is the hit per sale ratio? This is the average number of hits to a banner or text link it goes for generate a sale based on all affiliate statistics. This factor is extremely important because this will tell you how much traffic you must generate before you can earn a commission from the sale.

How are referrals from an affiliate’s site tracked and for how long do they remain in the system? You need to be confident on the program enough to track those people you refer from your site. This is the only way that you can credit for a sale. The time period that those people stay in the system is also important. This is because some visitors don’t buy initially but may want to return later to make the purchase. Know if you’ll still get credit for the sale if it’s done some months from a certain day. 

What are the kinds of affiliate stats available? Your choice of affiliate program should be capable of offering detailed stats. They should be available online anytime you decide to check them out. Constantly checking your individual stats is important to know how many impressions, hits and sales are already generated from your site. Impressions are the number of times the banner or text link was viewed by a visitor of your web site. A hit is the one clicking on the banner or text links.

Does the affiliate program also pay for the hits and impressions besides the commissions on sales? It is important that impressions and hits are also paid, as this will add to the earnings you get from the sales commission. This is especially important if the program you’re in offers low sales to be able to hit ratio.
 
Who’s the online retailer? Find out whom you’re doing business with to know if it’s really a solid company. Know the products they’re selling and the average amount they’re achieving. The more you know about the retailer offering you the affiliate program, the easier it will be for you to know if that program is really for you and your site.

Is the affiliate a one tier or two tier program? A single tier program pays you only for the business you yourself have generated. A two tier program pays you for the business, plus it also pays you a commission on the on the sales generated by any affiliate you sponsor in your program. Some two-tier programs are even paying small fees on each new affiliate you sponsor. More like a recruitment fee.

Lastly, what is the amount of commission paid? 5% – 20% is the commission paid by most programs. .01% – .05% is the amount paid for each hit. If you find a program that also pays for impressions, the amount paid isn’t much at all. As you can see from the figures, you’ll now understand why the average sales amount and hit to sale ratio is important.

These are just some of the questions that needed answering 1st before you enter into an affiliate program. You should be familiar with the many important aspects that your chosen program should have before incorporating them into your site. Try to ask your affiliate program choices these questions. These can help you select the right program for you site from among the many available.

Kisah Pria yang Bosan Hidup : :

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji, “Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.” Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.” “Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.” Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustad. “Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad. “Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?” “Ya, memang saya sudah bosan hidup.” “Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.” Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Ustad edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya? ” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini ”. Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah ustad tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustad langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustad pun berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.” Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini……

DIKUTIP DARI : KISAH KISAH PENUH HIKMAH
SUMBER: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/kisah-pria-yang-bosan-hidup-/474226751041